Pentingnya terus mengkomunikasikan penegakkan disiplin protokol kesehatan ini merupakan upaya berkesinambungan untuk mendukung program vaksinasi. “Hal ini perlu terus disuarakan agar pemahaman dan kedisiplinan masyarakat terus dipertahankan,” ujarnya.
Kendati begitu, pandemi tidak benar-benar berakhir karena menurut Prof Hasbullah untuk mengakhiri pandemi perlu 70 persen penduduk dunia divaksinasi.
“Oleh karena itu dunia memiliki lembaga COVAX yang disediakan bersama bank dunia, WHO, dan UNICEF. Karena ini kepentingan dunia, tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu negara. Dan dalam satu negara tidak bisa hanya satu komunitas saja yang berpartisipasi, semua harus ikut, karena merupakan kepentingan bersama.
Masyarakat juga dihimbau agar tidak ragu-ragu menerima vaksin, “Kita tidak boleh ragu-ragu karena target kekebalan komunitas tidak akan tercapai kalau ada keraguan, sehingga target memutar kembali roda perkenomian pun tidak tercapai.
Dari segi ilmu manajemen ini disebut start with the low hanging fruit, ambil yang sudah dekat jangan yang tinggi atau jauh-jauh, tapi jangan kemudian menjadi lengah, vaksin yang lain juga perlu diambil atau dipersiapkan,” terang Prof Hasbullah.cr-03







