SERGAI – Maraknya transaksi narkoba di Dusun 1 Desa Pon Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai membuat warga resah, pasalnya akibat kegiatan itu, sudah banyak anak anak terutama di daerah itu yang terkontaminasi mengkonsumsi narkoba jenis sabu sabu.
Tak hanya itu, menurut warga yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan orbitdigitaldaily.com, Rabu (4/5/2023) mengatakan bahwa sudah puluhan anak anak disekitar daerah itu yang masuk penjara karena kedapatan mengkonsumsi narkoba.
“Tapi ya itu, pemakainya aja yang ketangkap, kalau bandarnya belum pernah,” tutur sumber tadi.
Selain itu warga juga resah karena akibat kegiatan ini, suara bising dari kendaraan yang keluar masuk gang diduga untuk membeli sabu-sabu. Kondisi itu terjadi selama 24 jam
“Kurasa lebih dari 20 kereta per jam nya yang keluar masuk gang ini Bang”. Jelas sumber tadi.
Bahkan menurut sumber tadi bahwa pada Rabu malam (4/5/2022), nyaris terjadi baku hantam antara seorang pemuda setempat dengan kaki tangan bandar narkoba, lantaran pemuda setempat tersebut sudah melarang jual beli narkoba di gang itu, namun tidak dihiraukan.
Masih menurut sumber tadi bahwa bandar narkoba dan kaki tanganya sudah bertahun tahun menjual sabu sabu di daerah ini, namun belum pernah sekalipun ketangkap pihak terkait.
“Nggak usahlah ku sebut nama bandar dan kaki tanganya Bang. Silahkan tanya orang sekitar sini atau di Kecamatan Sei Bamban ini juga aku yakin udah pada tau siapa mereka. Termasuk aparat aku yakin juga udah tau’. Terang sumber tadi mengakhiri.
Kapolres Serdang Bedagai AKBP. Ali Machfud ketika dikonfirmasi wartawan orbit digital daily Rabu malam (4/5/2022) melalui pesan WhatsApp berjanji akan secepatnya menindak lanjuti informasi ini.
“Terimakasih infonya mas, langsung ditindak lanjuti”. Jawab Kapolres melalui pesan WhatsApp.
Sementara sumber lain ketika dikonfirmasi wartawan orbit digital daily, Jumat (6/5/2022) melalui telepon seluler tentang kondisi jual beli narkoba di gang Amanah Dusun 1 Desa Pon Kecamatan Sei Bamban mengaku belum ada tindakan apapun dari aparat terkait.
“Belum ada Bang, masih kayak biasa aja orang itu jualan” ujarnya.
Reporter : Pujianto







