Aplikasi Mobile JKN memberikan kemudahan untuk mengetahui informasi kepesertaan, mengganti fasilitas kesehatan, penyampaian pengaduan dan permintaan informasi seputar Program JKN-KIS, dan yang terpenting terdapat KIS digital yang bisa digunakan setiap saat jika akan berobat.
“Beberapa pemberitaan masih terdengar di masyarakat bahwa berobat menggunakan JKN-KIS repot. Tapi Alhamdullilah saya dan keluarga tidak pernah merasa repot apalagi dipersulit. Saya tetap dilayani secara maksimal oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan,” katanya.
“Asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku dan sesuai dengan prosedur. Program JKN-KIS pasti akan menjamin biaya pengobatan kita,” terang Yulan.
Yulan berharap keluarganya senantiasa diberi kesehatan, sehingga dengan rutin bayar iuran dapat ikut bergotong royong membantu peserta JKN-KIS yang sakit.
Yulan juga berharap agar BPJS Kesehatan dapat terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat kepesertaan Program JKN-KIS serta kemudahan-kemudahan lain yang telah dihadirkan oleh BPJS Kesehatan.
Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh peserta JKN-KIS dan memberikan kesadaran kepada masyarakat yang belum mandaftar tentang manfaat yang akan didapat apabila terdaftar menjadi peserta program ini.
Suryo Sudikdo selaku Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) bersama Fauzan yang juga membidangi SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan menyebutkan kami terus berinovasi dalam upaya meningkatkan kepuasan peserta serta menjaga sustainabilitas Program JKN KIS.
Karena ini sebagai awal uji coba sehingga agak ribet,namun demikian pihak BPJS akan terus menambah Finger Print untuk lebih memudahkan para pasien yang berobat demikian juga bagi pengambilan obat untuk pasien yang sakit dirumah akan kita beri obat selama satu bulan.
Reporter: Yunardi







