MEDAN | Aksi maling pintu pagar rumah warga di sekitaran Kelurahan Denai masih saja terjadi, padahal berulang kali peristiwa serupa pelakunya tertangkap warga dan diamankan ke pihak kepolisian
Setelah sekian bulan aman dari aksi serupa, belakangan kembali muncul dan semakin nekat. Para maling tersebut beraksi pada pagi bahkan menjelang siang saat suasana sepi.
Seperti yang terjadi pada Sabtu (08/10/2022) di Jalan Jermal V Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai, aksi dua maling menggunakan sepedamotor tersebut terekam CCTV warga. Pintu pagar sebuah rumah warga dicabut dan dibawa kabur dua pria berboncengan motor.
Informasi diperoleh mnyebutkan, peristiwanya terjadi sekira pukul 06.15 WIB suasananya sudah terang benderang, karena menurut pemilik rumah HP Rambe, sekira pukul 06.00 WIB salah satu anak menantunya yang rumahnya tidak jauh dari situ masih berada di lokasi untuk melakukan olah raga.
Hilangnya pagar diketahui sekira pukul 07.00 WIB, ketika beberapa warga baru pulang dari Masjid Raya Miftahul Iman karena hari itu mengikuti peringatan Maulid Nabi seusai Shalat Subuh.
Beberapa warga menyebutkan, kawasan tersebut walaupun terang dengan lampu jalan pada malam hari, namun aksi maling masih saja beraksi berani karena suasannya mendukung alias sepi.
Menurut Haji Rambe, walaupun terang pada malam hari itu tidak menjamin. Karena siang hari saja pun terjadi pencurian, seperti belum lama ini ban serap mobil lewong dicuri padahal menempel di tempat bagian bawah kendaraan. Itu peristiwanya siang sekira pukul 11.00 WIB di tepi russ jalan Jermal V.
Oleh sebab itu warga di mana pun sepanjang Jermal V dan sekitarnya harus berhati-hati meletakkan barang berharga, karena selain suasana mendukung sepi juga aksi masling tidak pandang bulu, asalkan berbentuk besi atau plastik yang laku dijual, pasti disikat habis.
“Saya punya jembatan cor semen depan rumah pun di bongkar diambil besinya dengan cara dirusak
bagian tepi yang besinya kelihatan dicongkel,” ujar Karyadi Bakat menimpali.
Beberapa warga menyebutkan, tidak saja maling yang beraksi di wilayah itu, tetapi para oknum pembuang sampah sembarangan pun bergentayangan. Sehingga walau ada pengutip sampah secara rutin dan warga sekitar menjaga kebersihan, namun pada saat-saat tertentu sampah berserak entah dari mana.
Menurut warga, ada orang yang tidak berpikir jika seandainya rumah mereka ditaburi sampah. “Kami menganggap itu adalah anjing yang membawanya,” sebut warga.
Rel/Red-07







