Rp16.775 per Dolar AS, BI Kerahkan Seluruh Instrumen Stabilisasi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan paparan saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025). ANTARA FOTO

JAKARTA |

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Hal terebut dilakukan merespon perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah akhir-akhir ini hingga menyentuh Rp16.700-an per dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/9/2025), mengatakan, bank sentral menggunakan seluruh instrumen yang ada secara bold, termasuk di pasar domestik melalui instrumen spotdomestic non-deliverable forward (DNDF), dan pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain itu, BI juga melakukan intervensi di pasar luar negeri di Asia, Eropa, dan Amerika secara terus menerus, melalui intervensi non-deliverable forward (NDF).

“Bank Indonesia menggunakan seluruh instrumen yang ada secara bold, baik di pasar domestik melalui instrumen spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder, maupun di pasar luar negeri di Asia, Eropa, dan Amerika secara terus menerus, melalui intervensi NDF,” kata Perry.

Kemudian, BI meyakini, seluruh upaya yang dilakukan dapat menstabilkan nilai tukar rupiah, sesuai nilai fundamentalnya.

Oleh karena itu, BI mengajak seluruh pelaku pasar untuk turut bersama-sama menjaga iklim pasar keuangan yang kondusif, sehingga stabilitas nilai tukar rupiah dapat tercapai dengan baik.

Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak di kisaran Rp16.600-Rp16.700 per dolar AS.

Rupiah sempat menyentuh level Rp16.500-an pada Selasa pagi (23/9/2025), namun kembali melemah ke level Rp16.600-an pada sesi berikutnya.

Pada pembukaan perdagangan hari ini di Jakarta, rupiah melemah 26 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.775 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.749 per dolar AS.

Sepanjang sepekan terakhir, rupiah terus berada dalam tren pelemahan, dibandingkan dengan pembukaan perdagangan Jumat, rupiah tercatat melemah sekitar 1,23 persen. Sedangkan terhadap posisi pembukaan Senin (22/9/2025), pelemahannya mencapai 0,85 persen. (ANTARA/OM-02)