Aceh  

BFLF Aceh Selatan Antar Pasien Gratis, Ringankan Beban dan Hadirkan Harapan bagi Masyarakat

ACEH SELATAN | Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui Program Layanan Antar Jemput Pasien Rawat Jalan dan Pendamping Pasien Gratis. Program ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap pasien yang harus menjalani kontrol maupun pengobatan ke rumah sakit, namun terkendala biaya transportasi.

Ketua BFLF Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, mengatakan bahwa perjuangan pasien tidak hanya terletak pada proses pengobatan, tetapi juga pada biaya perjalanan yang sering menjadi beban tambahan bagi keluarga.

“Kami ingin memastikan tidak ada pasien yang menunda atau bahkan membatalkan pengobatan hanya karena terkendala ongkos transportasi. Setiap perjalanan yang kami lakukan bukan sekadar mengantar pasien, tetapi juga mengantarkan harapan,” ujar Gusmawi, Senin (29/6/2026).

Melalui layanan ini, BFLF Aceh Selatan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Sebagai ilustrasi, apabila biaya transportasi mencapai Rp100.000 per orang, maka saat 10 pasien beserta pendamping memanfaatkan layanan secara bersama-sama, penghematan yang diperoleh dapat mencapai Rp1.000.000 dalam satu kali perjalanan.

Dana yang semula dialokasikan untuk biaya transportasi dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti membeli obat, memenuhi kebutuhan gizi pasien, biaya makan dan minum selama menjalani pengobatan, maupun memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Menurut Gusmawi, nominal Rp100.000 mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang. Namun, bagi keluarga yang sedang menghadapi cobaan akibat penyakit, jumlah tersebut sangat berarti dan dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan penting.

“Bagi kami, setiap kilometer yang ditempuh bukan hanya perjalanan menuju rumah sakit, tetapi juga perjalanan untuk mengurangi beban, menghadirkan senyum, dan menguatkan harapan bagi pasien serta keluarganya,” katanya.

BFLF Aceh Selatan meyakini bahwa kepedulian tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi. Menyediakan kendaraan, meluangkan waktu, dan mendampingi pasien menuju layanan kesehatan merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang memiliki nilai besar.

Di akhir pernyataannya, Gusmawi berharap setiap langkah kebaikan yang dilakukan para relawan menjadi amal jariyah dan membawa manfaat bagi sesama.

“Semoga setiap roda yang berputar menjadi amal jariyah, setiap perjalanan menjadi jalan kebaikan, dan setiap pasien yang kami dampingi diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Reporter : Yunardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *