MEDAN | Antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, kembali “menghiasi” Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, termasuk di Jalan Denai, sejak Sabtu (29/11/2025) hingga Minggu (30/11/2025).
Kondisi ini diduga kuat imbas dari terhambatnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat banjir yang melanda Kota Medan dan sekitarnya beberapa hari terakhir.
Pantauan di lokasi SPBU Jalan Denai, antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan bahkan sampai ke Simpang Jl. Mandala, menyebabkan arus lalu lintas di sekitar area tersebut melambat dan tersendat. Pengendara harus rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.
Sejumlah pengendara mengungkapkan rasa frustrasi mereka atas situasi ini.
“Saya sudah antre hampir satu jam mulai pukul 07.00 WIB. Padatnya sudah sejak kemarin, tapi ini sudah hari kedua begini,” ujar Faiz, seorang pengemudi yang juga ikut mengantre.
Sementara itu, beberapa SPBU di kawasan lain juga dikabarkan dan terpantau sangat ramai.
Warga berharap agar pihak terkait segera menormalkan kembali pasokan BBM agar aktivitas sehari-hari, yang semula pengisian BBM berjalan seperti hari biasanya.
Dampak dari kepadatan pengisian BBM ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, tetapi juga berpotensi mengganggu logistik dan roda perekonomian di Medan dan sekitarnya.
Sementara itu informasi dari pihak Pertamina sebagaimana diberitakan kemarin malam, sebenarnya pasokan sudah ada sejak beberapa hari lalu saat terjadi bencana, tetapi kapal pengangkut tidak berani bersandar karena besarnya ombak.
Rel-Faiz Tanjung







