MEDAN | Kenaikan harga oli kendaraan di sejumlah bengkel maupun penjualan seperepart di Kota Medan. Membuat pedagang oli kebingungan. Hal tersebut terjadi dalam satu bulan terakhir dan berdampak langsung terhadap penjualan. Senin (18/5/2026)
Dari pantauan Harian Orbit di salah satu bengkel yang berada di Jalan Halat, Medan. Pemilik bengkel Rio (36) mengatakan kenaikan harga terjadi untuk semua merk oli yang dijualnya.
“Hampir sebulan terakhir harga oli naik, kenaikan harga pun terjadi pada semua merk diperkirakan mencapai 10 % sampai 15 %,” ujarnya.
Rio juga mengatakan, naiknya harga oli mempengaruhi penjualannya. Sehingga mengakibatkan sepinya pelanggan untuk membeli oli semenjak harga semakin naik.
Sebelumnya harga oli termurah dibanderol sekitar Rp. 45.000, namum harga menjadi naik dan kini untuk harga oli termurah mencapai Rp.55.000.
“Dulunya harga termurah masih Rp 45.000, sekarang yang paling murah Rp55 ribu,” jelasnya.
Rio juga mengaku mendapat informasi akan adanya kenaikan harga hingga awal bulan juni mendatang. Namun belum diketahui harga pastinya.
“Infonya akan ada kenaikan lagi, tapi kita belum tahu pastinya berapa,” katanya.
Rio mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga oli tersebut. Namun ia berharap kenaikan harga tidak kembali terjadi dan tetap stabil. Perubahan harga yang terus terjadi bisa mempengaruhi penjualan yang mengakibatkan kepercayaan masyarakat berkurang.
“Kalau tidak menentu begini, kepercayaan masyarakat jadi berkurang. Mereka pikir pedagang yang memainkan harga,” tambahnya
Kenaikan harga oli dapat dipengaruhi sejumlah faktor mulai dari kenaikan harga minyak mentah dunia, lemah nya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sehingga peningkatan biaya distribusi dan bahan baku industri pelumas beberapa bulan terakhir, juga naiknya harga minyak global akibat pasokan dan kondisi geopolitik internasional. (OM/011)







