Sungai Batang Bangko Telan Warga Airapa, Pencarian Dramatis Hari Kedua Belum Membuahkan Hasil

Ister Amiran 65 tahun yang hilang Nurkamsiar didampingi anak yang tertua Fitri mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan memohon kepada Allah agar Amiran ditemukan. (Foto/Ist)

MADINA | Upaya pencarian terhadap seorang warga Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Batang Bangko terus berlangsung hingga Senin (18/05/2026).

Korban diketahui bernama Amiran (65), yang diduga hanyut saat mandi di lokasi pemandian sungai tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, korban belum berhasil ditemukan.

Kondisi arus sungai yang deras disertai air keruh menjadi tantangan berat bagi warga dan tim pencari yang terus menyisir lokasi kejadian. Peristiwa hilangnya korban terjadi pada, Minggu (17/05/2026) sekira pukul 16.00 WIB.

Saat itu, Amiran diketahui pergi mandi ke Sungai Batang Bangko seperti aktivitas biasanya. Namun hingga waktu Maghrib tiba, korban tidak kunjung kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga mulai merasa cemas dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa.

Mendapat laporan warga, Kepala Desa Airapa bersama Camat Sinunukan, Abdi Pulungan bergerak cepat melakukan koordinasi dan langkah penanganan awal, termasuk melaporkan kejadian tersebut guna meminta bantuan pencarian.

Sebelum tim penyelamat tiba, masyarakat bersama aparatur desa dan kecamatan langsung turun melakukan pencarian secara manual hingga sekira pukul 00.00 WIB. Semangat gotong royong warga terlihat kuat di tengah situasi penuh harap dan kecemasan.

Memasuki hari kedua pencarian, Senin pagi (18/05/2026), masyarakat kembali memadati bantaran Sungai Batang Bangko untuk melanjutkan penyisiran. Hingga pukul 10.00 WIB, keberadaan korban masih belum diketahui.

Suasana haru menyelimuti lokasi pencarian. Sejumlah kaum ibu tampak membacakan Surat Yasin dan memanjatkan doa bersama agar korban segera ditemukan.

Tangis keluarga pecah di tengah proses pencarian yang berlangsung penuh ketegangan.
Camat Sinunukan, Abdi Pulungan, mendapat apresiasi dari warga atas respons cepatnya dalam menangani peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, pada Minggu malam dirinya langsung memutar balik perjalanan menuju Panyabungan setelah menerima kabar adanya warga yang hilang di Sungai Batang Bangko.

Pada Senin pagi, camat kembali turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pencarian sekaligus memberikan dukungan moril kepada masyarakat dan keluarga korban.
“Kami terus berupaya bersama masyarakat agar korban segera ditemukan,” ujar salah seorang warga di lokasi pencarian.

Sementara itu, istri korban, Nurkamsiar, didampingi anak sulungnya Fitri dan anak bungsunya Murni, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat, aparat pemerintah, Kapolsek dan anggota dan Danramil -20 dan anggota intinya semua pihak yang telah membantu proses pencarian Amiran.

Dengan penuh haru, keluarga terus memanjatkan doa agar Amiran, ayah dari lima anak tersebut, dapat segera ditemukan.

“Ya Allah, semoga suami kami dan ayah kami segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kabulkan doa kami, ya Allah,” ucap keluarga korban sambil menahan tangis.
Derasnya arus Sungai Batang Bangko serta kondisi air yang keruh masih menjadi hambatan utama dalam proses penyelaman dan penyisiran. Meski demikian, warga tetap bertahan di lokasi dengan harapan besar pencarian segera membuahkan hasil.

Diketahui, hingga berita ini diturunkan, Amiran (65) masih dalam pencarian oleh semua pihak termasuk 2 Spit Bot dari Basarnas Kab Madina. Karena sudah pukul : 18.00.WIB. pencarian sementara dihentikan akan dilanjutkan besok, Selasa (19/05/2026). (OD/34)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *