Soal ‘Perbudakan’ Bupati Langkat, Warga Kuala Sebut Bukan Tempat Penyiksaan

warga Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. (Foto/Ist).

LANGKAT I Isu miring terus menerpa Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin (TRP). Dia dituding melakukan praktik perbudakan moderen. Tempat pembinaan korban penyalahgunaan narkoba yang dikelolanya, diisukan menjadi tempat penyiksaan.

Segala tudingan miring tentang hal itu, dibantah dengan tegas oleh warga Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Mereka geram, sosok TRP yang telah memberikan kontribusinya bagi korban penyalahgunaan narkoba, malah dituduh melakukan perbudakan moderen.

“Gak terima aku kalau tempat ini disebut sebagai tempat penyiksaan dan perbudakan moderen. Dari tempat inilah anakku sembuh dari narkoba,” tegas R br Sembiring (49), Selasa (25/1) sore, seraya menyebutkan bahwa tiga orang anaknya pernah dirawat dan sembuh di tempat pembinaan itu.

Wanita berdarah Karo itu menambahkan, dirinya sendiri yang memaksa dan mengantarkan anaknya untuk menjalani rehab di tempat pembinaan itu.