SERGAI | Soal pernyataan dokter patologi RSUD Sultan Suliaman Serdang Bedagai, dr. Salomo Fajar Siahaaan yang menyatakan semua Wartawan bisa dibayar, merupakan kehkilafan akibat kepanikanya atas kondisi Covid-19 yang menyerang 32 tenaga kesehatan di RSUD Sultan Sulaiman Serdang Bedagai.
Atas penyataan tersebut, pria yang akrab disapa dengan panggilan Salomo ini menyampaikan klarifikasi dan meminta maaf karena pernyataanya dianggap telah menyinggung Profesi Wartawan terutama yang bertugas di Serdang Bedagai.
Klarifikasi itu disampaikan dr. Salomo didampingi kuasa hukumnya Jonizar kepada Puluhan wartawan di salah satu rumah makan di Sei Rampah, Senin (21/2)
Sebelumnya, kuasa hukumnya Jonizar menyampaikan permasalahan ini berawal dari percakapan klienya dr. Salomo kepada beberapa wartawan, Senin ( 21/ 2 ) disalah satu kedai kopi di depan Kantor Bupati Serdang Bedagai tentang kondisi penyebaran Covid 19 yang telah menyerang 32 tenaga kesehatan di RSUD Sultan Sulaiman Serdang Bedagai, namun kemudian percakapan ini beberapa waktu kemudian muncul di beberapa media online yang membuat klienya kaget karena percakapan ini hanya sebatas cerita di kedai kopi yang kemudian dijadikan bahan berita tanpa konfirmasi dan izin dari klienya.
”Jadi secara hukum ini sudah melanggar etika Pers, karena tidak ada konfirmasi dan itu hanya percakapan di warung kopi, yang ternyata direkam dan dijadikan bahan pemberitaan. Dan percakapan itu merupakan bentuk keprihatinan atas kondisi yang terjadi di RSUD Sultan Sulaiman yang seharusnya segera ditindak lanjuti demi pelayanan di Rumah Sakit”. Kata Jonizar.
Masih menurut Jonizar yang sangat disayangkan dalam pemberitaan itu sebenarnya klienya bukan menjadi nara sumber, tapi percakapanya kemudian direkam dan dijadikan berita tanpa seizinya, sehingga beberapa statement sangat merugikan dr. Salomo termasuk pernyataan bahwa semua Wartawan bisa dibayar.
“Padahal maksudnya, sebagian oknum Wartawan bisa dibayar” sambung Jonizar.







