Akan Digelar Acara Adat di Ground Breaking Zona Otorita Danau Toba

Direktur BOPDT Arie Prasetyo saat menunjukkan peta Zona Otorita Danau Toba beberapa waktu lalu. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN-Pemerintah Indonesia melalui Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT) akan melaksanakan ground breaking (peletakan batu pertama) percepatan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba ‎di lahan otorita di Kecamata Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

“Terkait rencana ground breaking di lahan zona otorita, kita rencanakan tanggal 10 Oktober 2019. Walau masih dalam tahap pematangan rencana tersebut, termasuk konfirmasi para menteri,” ungkap Direktur Utama (Dirut) BOPDT, Arie Prasetyo didampingi Kepala Humas BOPDT, JMP Sitorus kepada wartawan di Medan, Rabu (2/10/2019).

Pelaksanaan ground breaking ini sejatinya akan dihadiri Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan‎, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Arie menjelaskan, pelaksanaan ground breaking ini nantinya terdiri dari lima sub-acara dan satu para event yang akan digelar pada pekan depan.

Untuk para event, BOPDT akan menggelar acara adat dan dihadiri ratusan masyarakat setempat.

“Saya bicara para event, akan melakukan acara adat. Akan dilakukan satu atau dua hari sebelum ground breaking. Kita akan mengundang seluruh masyarakat untuk sama-sama disitu membahas dan mendukung percepatan pembangunan Danau Toba,” jelas Arie. (Diva Suwanda)