Batal Terbang, Uang Pun ‘Nyangkut’ Citilink Rugikan Konsumen

MEDAN Calon penumpang pesawat citilink kembali mengaku kecewa atas pelayanan pihak manajemen citilink di Bandara Kualanamu.

Pasalnya pembatalan penerbangan dilakukan sepihak oleh maskapai citilink membuat konsumen merasa dirugikan.

Bahkan pihak maskapai juga belum memberikan pengembalian dana atau refund tiket pesawat yang telanjur dipesan konsumen.

Sebagai gantinya, maskapai hanya memberikan voucher yang dapat digunakan untuk penerbangan di lain waktu.

Marlen Sembiring (53) warga Jalan Kapten Muslim Medan salah seorang konsumen citilink mengaku resah karena uangnya tak kunjung dikembalikan.

Sementara Marlen mengaku sudah memesan tiket penerbangan menggunakan maskapai citilink dengan rute Kuala Namu (KNO) Medan-Yokjakarta Kulonprogo (YIA) dengan jadwal keberangkatan 6 Agustus 2020 penerbangan QG 780.

Namun pihak manajemen menginformasiakan ada pembatalan jadwal penerbangan citilink QG-780 KNO-YIA terhitung sejak 1 Agustus Sd 31 Agustus 2020.

“Saya sudah bayar tiketnya. Namun pihak citilink melakukan pembatalan penerbangan sepihak. Sebagai konsumen tentu saya sangat kecewa dengan pelayanan citilink yang buruk,” katanya kepada orbitdigitaldaily.com, Selasa (21/7/2020).

Marlen mengaku ketika proses refund dilakukan, ternyata uangnya tak bisa kembali akibat adanya ketentuan kalau refund tidak bisa dalam bentuk cash. Malah dikasih voucher penerbangan.

Sehinga Marlen mengaku heran dengan kebijakan citilink lantaran maskapai lain masih bisa mengembalikan uang konsumen.

“Saya minta uangnya dikembalikan karena pihak citilink yang sudah melakukan pembatalan penerbangan sepihak. Jangan hanya memberikan bentuk voucher. Saya rasa itu jelas merugikan konsumen. Harusnya konsumen bisa melakukan refund ke masing-masing maskapai dan pengembalian pembelian tiket tersebut bisa berbentuk uang tunai,” harapnya.

Sementara pihak perusahaan penerbangan pesawat Citiling belum berhasil di konfirmasi oleh media terkait adanya pembatalan tiket hingga uang konsumen belum dikembalikan.

Reporter: Antonius Samosir