Ragam  

Dampak Dari Hasil Tenunan Ulos di Kabupaten Tobasa: Strategi Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

Tenunan kain ulos adalah ciri khas dari masyarakat sumatera utara terkhusus bagi masyarakat yang bermukim di kabupaten tobasa. Ulos selalu diperlukan dalam acara suku batak yang ada di Indonesia terkhususnya sumatera utara.

Ulos merupakan salah satu warisan leluhur, pemerintah haruslah menjadi fasilitator kepada penenun untuk meningkatkan produksi dengan menyeimbangkan hasil produksi dengan tenaga yang dikeluarkan oleh penenun dalam tiap lembar ulos yang selesai ditenun. Tenun ini dikerjakan secara manual oleh pengerajin menggunakan alat sederhana dan ini merupakan salah satu UMKM yang dikembangkan oleh pemerintah daerah melalui dinas koperasi dan bank BRI dengan cara memberikan modal pinjaman bagi masyarakat yang ingin membuka usaha ataupun yang sudah membuka usaha tenun ulos/kain. Ini adalah salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan ataupun penghasilan dari masyarakat dan sekaligus melestarikan kebuadayaan yang ada di Propinsi sumatera utara.

Agar semakin meningkatnya daya permintaan masyarakat terhadap hasil tenun, maka pengusaha tenun harus memiliki strategi dalam pemasaran secara nasional maupun internasional agar dapat dikenal oleh mancanegara yaitu dengan membuat tenunan bukan hanya ulos tetapi bisa dibuat dengan menghasilkan sebuah tenunan dengan produk yang lain seperti pakaian, busana muslim, tas dengan corak yang diminati pelanggan yaitu variasi produk yang dapat meningkatkan minat permintaan konsumen dalam membeli produk tersebut.

Permintaan menunjukkan kuantitas dan kualitas barang yang diminta dari suatu kegiatan produksi dengan semua faktor yang mempengaruhi permintaan terhadap jumlah produk yang diminta oleh konsumen. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan seperti menggenalkan produk secara online, melakukan hubungan relation dengan beberapa pedagang yang nantinya dapat memasarkan produk kepada masyarakat luas.

Dipamerkan di acara-acara kebudayaan baik dalam negeri maupun luar negeri, ini dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk mendapatkan informasi tentang pameran yang akan dilaksanakan baik di dalam kota maupun diluar kota bahkan diluar negeri. Pada saat itu galeri akan mendunia dan terjadilah pengiriman barang ke luar negeri (ekspor) seperti Singapura, Bangkok, Rusia, Jerman, dan beberapa negara berkembang serta maju lainnya. Oleh karena itu sebuah sistem harus memperlengkapi, memelihara, dan memperbaiki setiap yang terkait agar pencapaian dari peningkatan perekonomian masyarakat lebih kearah yang baik lagi.

Strategi yang dilakukan pedagang adalah dengan membuat tampilan kios menarik dengan menjual beranekaragam barang-barang kerajinan untuk keperluan adat Batak ataupun busana dengan variasi yang lain. Peran serta semua pihak yang terjalin antara penenun, pedagang, pemasok, pelanggan dan pemerintah yang didasari modal sosial di pasar perlu semakin ditingkatkan. Modal sosial yang terbagun perlu melibatkan peran serta pemerintah atau pembuat kebijakan agar kedepan setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah memberikan keuntungan kepada semua pihak.

(Theresia Sinaga Mahasiswi Pasca Sarjana (S2) Magister Management UNPAB Medan)