Lilis mengatakan pemilik usaha pabrik merupakan mertuanya sendiri dan kini sedang berada di Jawa. Selain itu, Ia menyebut Dinas Kesehatan Medan maupun Dinas Lingkungan Hidup kerap berkunjung guna memastikan kondisi usaha.
“Pak Raip sedang di Jawa dan belum pulang sejak lebaran kemarin. Kalau usaha ini sudah beroperasi sekitar 20 tahun. Itupun Dinas dan Lurah Tanjung Selamat serta kepala lingkungan sering datang kemari untuk silaturahmi” sebut Lilis.
Selanjutnya, disinggung potensi produksi usaha, lilis mengaku omset berkurang sejak pandemi Covid-19. Apalagi ditambah kenaikan harga bahan baku tak menentu.
“Sebelum Covid 19, cukup lumayanlah. Tapi kalau sekarang omset sudah turun drastis. Karyawan disini cuma 3 orang, itupun dari Jawa semua”beber Lilis.
Sementara Lurah Tanjung Selamat, Ubudiah SH MSi dan Seksi Trantip Bahari Karo Karo SH saat ditemui tidak berada diruangan dan sedang mengikuti rapat percepatan penurunan Stunting Kota Medan.
“Kayaknya aroma limbahnya baru muncul. Tapi itu pun besok akan kami cek langsung ya. Memang selama ini belum ada masyarakat yang resah dan kami juga sering turun ke lokasi pabrik”ujar Ubidiah lewat sambungan Whatsap, Selasa(31/5/2022).
Hal senada juga disampaikan Kadis Lingkungan Kota Medan Zulfansyah. Mantan Kadis PUPR itu menyebut akan meninjau lokasi pabrik terkait limbah dan pencemaran lingkungan.
“Tolong diserlok titik koordinatnya biar kami turun” kata Zulfansyah.
Reporter : Toni Hutagalung







