MEDAN | Warga Kota Medan dikejutkan dengan kabar tewasnya sepasang suami istri di dua lokasi berbeda, Jumat (11/7/2025). Mencuat dugaan tewasnya pasangan tersebut terkait dengan masalah keluarga.
Sang suami berinisial DRT tewas diduga akibat sengaja melompat dari Fly Over Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan. Sementara, istrinya, SBG, ditemukan tak bernyawa di kediaman mereka di kawasan Komplek Nicoland, Jalan Jaya Tani, Medan Johor, dalam kondisi yang tidak wajar, diduga karena dibunuh.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi fly over. Arus lalu lintas dilaporkan terganggu sesaat setelah kejadian. Aparat kepolisian dari Polsek Delitua langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengamanan.
Kapolsek Delitua Kompol P Simbolon, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui latar belakang peristiwa yang menewaskan pasangan suami istri tersebut.
“Korban sudah dibawa ke rumah sakit, dan sepeda motornya (DRT) diamankan dari lokasi. Kami juga sedang menelusuri keterkaitan antara kedua peristiwa tersebut. Untuk motifnya masih kami dalami,” ujar Kompol Simbolon.
Berdasarkan keterangan sementara dari pihak kepolisian, dugaan keterkaitan antara dua peristiwa itu menguat setelah petugas menemukan jenazah sang istri di rumah dalam kondisi tidak bernyawa.
Petugas juga menemukan sejumlah bukti awal yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
Pasangan tersebut diketahui baru tinggal sekitar empat bulan di Komplek Nicoland karena rumah utama mereka sedang dalam tahap renovasi dan selama ini menjalankan bisnis usaha pegadaian.
Menurut keterangan salah satu kerabat berinisial S, pasangan tersebut memiliki dua orang anak yang saat ini berada dalam perlindungan keluarga. “Saat kejadian, satu anak sedang bersama kami, satu lagi masih berada di dalam rumah,” ujar S, seperti dilansir Mistar.
Peristiwa ini terungkap setelah seorang karyawan pasutri tersebut mendatangi rumah mereka untuk menyampaikan kabar kecelakaan yang menimpa DRT.
Namun setibanya di rumah pasutri tersebut, si karyawan justru menemukan SBG telah tidak bernyawa dengan kondisi yang tidak wajar. Temuan itu pun langsung dilaporkan ke pihak berwajib.
Kedua jenazah telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses visum dan autopsi. Pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan memeriksa lokasi kejadian. (Mtr/OM-03)







