Karena ia sedang pergi bersama istrinya, dirinya pun menyampaikan pesan kepada anak-anaknya, jika pintu rumah dikunci, apabila ada yang mengetuk jangan di buka.
“Jadi kebetulan pada saat kejadian, pelaku ini masih ada hubungan saudara sama saya yaitu adik mamak (ibu) kandung saya. Sewaktu itu, ketika pelaku datang bersama anaknya, digedor (ketuk) mereka lah pintu rumah saya. Cuma anak-anak saya ini lama membukanya karena seperti yang sudah sampaikan sebelum saya pergi jangan buka pintu kalau ada yang datang,” ujar Isnain.
“Akhirnya, anak saya yang besar AAS ini menyuruh keponakan saya J untuk membuka pintu,” sambungnya.
Setelah dibuka pintunya oleh J, pelaku Amrah merepet-merepet, memaki-maki, dan melontarkan kata-kata kasar ke keponakan Isnain karena lama membuka pintu rumah.
“Gak tau kau siapa aku ini,” ujar pelaku diperagakan Isnain.
“Suka hati aku lah,” ujar keponakan Isnain.
Merasa kesal atas jawaban J, pelaku Amrah pun menampar muka keponakan Isnain ini sebanyak tiga kali.
“Datang abangnya sekaligus anak saya yang paling besar AAS, melihat si adiknya di tampar, emosi juga lah anak saya ini,” ujar Isnain.







