Gegara Proyek Balige By Pass, Akses Jalan ke Perkantoran Simanjalo Hancur

oleh -100 views

BALIGE – Sangat miris, demi membangun Jalan Balige by Pass, maka akses jalan menuju pusat perkantoran Sopo Surung di Simanjalo Kecamatan Balige harus dikorbankan.

Sejumlah Truk bertonase puluhan ton melintas dari jalan menuju perkantoran tersebut yang mengakibatkan jalan kecil yang melewati kompleks sekolah SMKN 2 dan Asrama Yasop Balige luluh lantak.

O Samosir, salah seorang Pejabat di Dinas Perhubungan tatkala diberitahukan perihal melintasnya truk jenis Intercooler yang lalu lalang membawa tanah timbunan menuju proyek Pembangunan Jalan Balige By Pass itu angkat bicara.

Menurutnya, kelas jalan menuju kompleks perkantoran Simanjalo itu tidak layak dikewati jenis truk Intercooler sebab kelas jalan itu merupakan kelas III yakni kelas kabupaten atau kecamatan alias bukan jalan kelas I atau Negara.

“Peraturan menyatakan bahwa Jalan kelas III didesain dengan muatan sumbu terberat kurang dari 8 ton dan hanya dapat dilewati kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 mm; panjang tidak melebihi 9.000 mm; dan paling tinggi 3.500 mm,” ungkapnya seraya menunjukkan buku peraturan dimaksud.

“Nah, bila yang melintas adalah jenis Truk Intercooler atau bahasa awamnya truk dengan 10 roda, maka jelas hal itu harus dihentikan sebelum kerusakan yang lebih parah terjadi di akses jalan menuju perkantoran Simanjalo tersebut,” tegasnya.

Bahkan, salah seorang pejabat di Dinas PUPR Kabupaten Toba yang enggan menyebut namanya pada Selasa (14/7/2020) menyampaikan kekesalannya melihat akses jalan menuju kantornya sudah rusak akibat dilewati truk yang over tonase.

“Rekanan proyek Balige By Pass itu kan bisa gunakan truk jenis Colt Diesel 6 roda sehingga kerusakan yang timbul tidak separah itu! Ini harus ditertibkan. Janganlah karena ingin membangun sesuatu lantas mereka harus merusak sesuatu yang lain,” ketusnya.

Pantauan beberapa hari belakangan ini di lintasan menuju lokasi proyek di jalur jalan Simanjalo, seperti di depan Asrama Yasop Balige, tampak beberapa Petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Toba berjaga untuk melarang truk pengangkut sirtu apabila ada yang melintas.

“Hampir setiap hari sejak pagi hingga sore kami berjaga disini pasca rusaknya jalan ini, namun tak pernah ada yang lewat,” ungkap salah satu petugas.

Reporter : Bernard Tampubolon