Batubara-ORBIT: Pengabdian bertahun-tahun para honorer di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Batubara bakalan pupus.
Pasalnya, pasca dilaksanakan ujian evaluasi kompetensi terhadap para honorer Sabtu (26/1/2019) lalu membuat nasib mereka “di ujung tanduk”.
Soalnya, dari ujian yang digelar diduga banyak tenaga honorer yang tidak memenuhi standart sehingga mereka terancam “dirumahkan”.
Sialnya lagi, bagi tenaga honorer yang dilakukan tes urine yang dinyatakan positif narkoba, terhadap mereka justru tak mengenal toleransi. Honorer yang teridentifikasi masalah ini bakal langsung diskorsing.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Batubara Dr Dewi Chaylati, M,Kes melalui Sekretaris Dr Deni Syahputra didampingi Kabid Dr H Buang Suwardi, kepada sejumlah wartawan, Senin (28/1/2019) diruang kerjanya mengatakan, hasil ujian sudah terkunci dan honorer yang mendapat nilai rendah juga sudah ditandai.
Ditambahkan Deni, hasil ujian tersebut juga sudah diserahkan ke BKD. “Kami hanya penyelenggara, soal keputusan bukan ranah Dinkes,” sebutnya.
Terkait tes urine yang dilakukan Dinkes, Dr Deni mengakui ada sejumlah nama honorer yang diduga positif narkoba. “Ada, nama-nama itu sudah tercatat dan hasilnya akan segera kita umumkan,” pungkasnya.
Sementara Dr Buang mengatakan, mengenai tes urine tidak hanya dilakukan terhadap honorer saja, akan tetapi terhadap ASN juga dilakukan.
“Tes urine tidak hanya dilakukan terhadap honorer akan tetapi terhadap ASN juga sudah kita lakukan,” sebut Dr Buang sambil menjelaskan 3 honorer yang tidak mengikuti ujian.
Evaluasi yang dilakukan Dinkes Batubara mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat di Batubara. Sebab dari sejumlah OPD yang mengevaluasi honorer dilingkungnya masing-masing hanya Dinkes yang melakukan tes urine.
Koordinator Divisi Hukum Gemkara Batubara Ahmad Yani, SH ketika dimintai tanggapannya mengaku mendukung penindakan tegas yang dilakukan Dinkes Batubara. Sebab menurutnya penindakan narkoba sudah menjadi tugas banyak pihak karena narkona merupakan musuh negara.
“Bila ditemukan honorer positif narkoba maka patut dikenakan sanksi, karena itu akan menimbulkan banyak dampak, baik pada dirinya sendiri maupun pada lingkungan kerjanya,” pungkas Ahmad Yani. Od-Sai







