Heboh, Janda Hamil Besar Meninggal dengan Luka Lebam di Padangsidimpuan

oleh -176 views
Jasar Sari Bintang Harahap saat divisum di kamar jenazah RSUD Kota Padangsidimpuan. Perawat menemukan luka lebam di tubuh korban. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

PADANGSIDIMPUAN – Warga Jalan Bersama, Kelurahan Losungbatu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan digegerkan bunyi sirine ambulans yang membawa jasad Sari Bintang Harahap (32) ke kampung itu.

Banyak kejanggalan dalam kematian korban yang diketahui seorang janda ini. Ada beberapa kabar yang menyebutkan korban meninggal tak biasa.

Satreskrim Polres Kota Padangsidimpuan kemudian melakukan penyidikan mengenai kematian tak wajar Sari.

Oleh petugas, jasad warga Parausorat, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini kemudian dibawa ke Kamar Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Kota Padangsidimpuan.

Di sana jenazah Sari Bintang kemudian dilakukan, visum et repertum.

Dari hasil visum itu, terdapat dua luka lebam di punggung belakang, luka lebam pada pinggang belakang kanan, hematon pada kepala belakang, dua luka lebam pada dada atas dan kemaluan mengeluarkan cairan.

Malangnya korban yang tewas itu diketahui sedang dalam keadaan hamil besar. Perawat yang memeriksa memperkirakan usia kandungan sudah mencapai tujuh bulan.

Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Abdi Abdillah SH. Kepada wartawan, Rabu (11/10) mengatakan, pada awalnya, korban bermain bersama temannya, seorang perempuan di Tor Simarsayang, Kota Padangsidimpuan.

Selanjutnya, informasi dari temannya itu korban mengeluhkan sesak nafas, dan tak lama kemudian terjatuh.

“Oleh orangtua temannya kemudian menelpon ambulans dan diantarkan ke rumahnya langsung. Mereka juga memberikan kabar pada orangtua korban atas kejadian tersebut,” katanya sementara belum dapat menyimpulkan motif kematian korban.

Namun, kata Abdillah penyelidikan mereka terganjal ketika akan membawa jasad korban ke Rumah Sakit di Kota Medan untuk proses autopsi apa penyebab kematiannya. Orangtua korban melarang.

Pihak keluarga tak mengijinkan otopsi dilakukan karena yakin korban meninggal lantaran sakit. (Diva Suwanda)