Medan  

Hery Tekuni Produksi Cetakan Sepatu Manual, Butuh Dukungan Pemerintah

MEDAN | Produsen cetakan atau acuan sepatu menjadi salah satu  prospek usaha  yang menjanjikan pada masanya. Salah satu produsen cetakan sepatu terdapat di Jalan Bromo Gang Panjang, Kecamatan Medan Area Kota Medan.

Pembuatan cetakan sepatu pak Hery  merupakan usaha rumahan. Dengan memperkerjakan 3 orang karyawan yang bekerja pada bidang masing- masing.

Untuk alat yang digunakan masih terbilang manual tanpa menggunakan mesin. Bermodalkan Parang, kaca, pahat dan kikir serta kertas pasir/ampelas.

Usaha cetakan sepatu Hery sudah  memasarkan hingga ke luar Provinsi Sumatera Utara seperti kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat, Pekan Baru Provinsi Riau hingga provinsi Sumatera selatan yakni kota Palembang.

Hery Chaniago (50) pemilik usaha acuan sepatu mengatakan usaha yang digelutinya sudah berdiri sejak 2014. Namun awal belajar dari tahun 1995. Kamis (9/10/2025).

“Usaha ini saya buka sejak 2014 namun awalnya saya bekerja di tempat orang pada tahun 1995 dan di tahun 2014 saya buka sendiri” ungkapnya

Proses pembuatannya cetakan sepatu dimulai dengan Balok kayu di belah dan dicincang lalu dibentuk berupa sepatu kemudian di kikir lalu finishing. Untuk bahan yang digunakan berupa jenis balok kayu halaban yang didatangkan dari Aceh Kuala Simpang jenis kayu ini biasanya digunakan untuk pembuatan perahu.

Hery juga mengatakan perharinya bisa membuat 8 sampai 10 pasang cetakan dengan harga berbeda untuk cetakan Pria dan Wanita yang di pasarkan di kota medan maupun luar kota.

“Untuk perhari, cetakan sepatu yang dihasilkan biasanya 8 samapi 10 pasang cetakan. Sedangkan untuk pemasarannya mayoritas di kota Medan  sekitar 80% sedangkan yang keluar daerah hanya 20% saja. Untuk pengerjaan sepasang acuan/ cetakan sepatu sekita satu jam lebih. Harga Sepasang untuk cewek Rp.130.000 sedangkan untuk pria Rp. 145.000,-. Sementara pemasaran di provinsi Sumut seperti kota kisaran, Pematang Siantar, Binjai, Stabat dan Tanah Karo.” ungkapanya

“Akhir- akhir ini agak sulit dan berkurang tidak seperti biasanya.harapan kedepannya semoga ada bantuan pemerintah maupun pihak swasta yang bisa membantu dalam memberikan alat mesin produksi.” pungkasnya. (OM/011)