Aceh  

HUT Ke 20 Kota Langsa , Usman Abdullah Berharap Langsa Jadi Kiblat Pendidikan di Aceh

Wali Kota Langsa,Usman Abdullah (foto/ist)

Dengan terbangunnya dua destinasi andalan tersebut telah membangkitkan sektor swasta, LSM dan pemerintah gampong untuk turut menciptakan destinasi wisata alternatif seperti waterpark, kolam renang, vila Bukit Indah, wisata bahari Simpang Lhee, wisata minat khusus pemantaun burung migran di Gampong Cinta Raja, dan lain-lain.

Seiring dengan itu juga tumbuh dengan pesat industry kreatif seperti advertising, video shooting, pertunjukan seni, jasa tour and travel, Event Organizer, Weding Organizer, dan lain-lain. Cafe, restauran, dan fasilitas akomodasi juga terus tumbuh dan berkembang di Kota Langsa.

Lebih lanjut Usman Abdullah mengatakan bahwa Pemerintah juga tidak hanya fokus pada pembangunan sektor pariwisata, tetapi juga sektor infrastruktur jalan dan jembatan, drainase, irigasi, perumahan rakyat, dan penataan pemukiman kumuh. Alhamdulillah semakin panjang jalan yang sudah teraspal, bahkan di beberapa gampong jalan aspal tersebut tidak melawati pemukiman tetapi kebun, ladang, atau sawah.

” Hal itu kita lakukan untuk mempermudah akses masyarakat dan meningkatkan nilai jual asetnya. Kita juga menata kawasan kumuh berkolaborasi dengan PNPM KOTAKU, SANIMAS, dan PAMSIMAS. Kita sediakan lahan relokasi dan kita bangun rumah untuk warga yang tinggal di bantaran sungai dan juga di kawasan bekas jalur kereta api Alhamdulillah program tersebut mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat. Insyaallah tahun 2022 kita akan mendapatkan bantuan untuk pembangunan pemukiman terintegrasi di gampong Kapa.

Kita semua pasti menginginkan Kota Langsa ini maju dan bahagia warganya. Ribuan rumah kaum dhuafa sudah kita bangun baru maupun kita rehab dengan harapan tidak ada lagi warga Kota Langsa yang menempati rumah tidak layak huni” kata usman.

Warga yang kesulitan permodalan juga mendapatkan akses permodalan dari Pemerintah Kota Langsa, Pemerintah Aceh, Pemerintah Pusat, maupun CSR perusahaan. Namun jujur harus kita akui bahwa banyak penerima bantuan modal yang usahanya tidak berkelanjutan karena mismanajemen dan kurangnya pendampingan. Kita berharap dengan banyaknya bantuan permodalan yang sudah disalurkan akan menambah jumlah pelaku UMKM dan IKM di Kota Langsa. Penambahan tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga kualitasnya. Kita patut bangga bahwa beberapa pelaku UMKM dan IKM di Kota Langsa sudah melek teknologi informasi dan mampu memanfaatkannya untuk menunjang kemajuan usahanya.