KARO | Lebih baik tidak tahu tapi mau melakukan, dari pada tahu tapi tidak melakukan apa-apa. Karena hasilnya akan jauh berbeda. Namanya manusia tidak ada yang sempurna, semua punya kelebihan dan kekurangan.
Yang penting jangan malu bertanya dan diskusikan serta saling dukung dan jangan saling menyalahkan antara petugas lapangan dengan petugas didinas. Sebab kita semua mengemban amanah dan tanggung jawab yang sama dalam masyarakat/petani.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo Ir Metehsa Karokaro saat membuka Rapat Koordinas, Jumat (21/7/2023) di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Karo Jalan Veteran Kabanjahe.
Menurutnya, seluruh petugas dilapangan supaya terus menerus mensosialisasikan secara optimal penggunaan pupuk kompos serta mengurangi penggunaan pupuk kimia. Selalu amati serta ikuti perkembangan komoditi pertanian dari masa tanam hingga masa panen. Seluruh stakeholder yang ada harus mengedepankan Tugas Pokok dan Fungsi (tupoksi) dalam tugas kedinasan sehari – hari.
Artinya, Kepala UPT harus membuat laporan rutin dan berkala dalam wilayah kerjanya ke dinas, untuk dapat diteruskan ke pimpinan yang lebih tinggi.
“Adanya laporan Wereng Batang Coklat (WBC) di desa Bunga Baru, koordinator penyuluh harus segera melakukan amatan dan tindak lanjut, guna mengurangi kerugian bagi petani. Bila perlu lakukan pengkajian ke desa lainnya, teliti dan konsep sebelum diangkat kepermukaan, setelahnya tuangkan dalam bentuk penjelasan dan laporan tertulis secara terperinci, agar penanggulangannya dapat maksimal, tepat guna serta tepat sasaran. Sehingga apa yg telah dilakukan dapat terdokumentasi serta dapat dijadikan acuan,” sebutnya.
“Segala bentuk bantuan yang bersumber dari daerah, provinsi maupun pusat agar tetap dipantau supaya benar-benar dapat berdaya guna serta buat laporannya secara berkala. “Jangan ragu untuk mengambil hasil panen dari petaninya, namun yakinkan kepada mereka bahwa pengambilan dimaksud bukan untuk dikonsumsi, melainkan bahan pengamatan dan penelitian, apakah bantuan yang diberikan membawa dampak bagi produksi hasil pertanian,” pungkasnya.
Reporter : Daniel Manik






