KARO I Terbatasnya peralatan dan tenaga kerja yang umumnya datang dari luar daerah pada saat musim panen, seringkali mengakibatkan penundaan waktu panen padi di Kabupaten Karo, terutama di kawasan sentra produksi padi Kecamatan Mardinding dan Laubaleng.
Akibatnya, susut hasil panen menjadi tinggi karena bulir padi yang rontok sebelum panen, serangan hama burung dan bulir padi yang rontok saat proses panen dengan cara tradisional.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo Ir Metehsa Karokaro, Jumat (4/8/2023) di ruang kerjanya kantor Dinas Pertanian Jalan Veteran Kabanjahe.
Menurutnya, untuk menjaga terjadinya penyusutan produksi, diperlukan alat pemanen modern bertekhnologi tinggi. Dengan penggunaan peralatan modern seperti Combine Harvester angka susut panen dapat ditekan, tepat waktu, lebih cepat , efisien dan biaya panen menjadi lebih murah.
“Petani jadi punya lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan produktif lainnya dalam meningkatkan kesejahteraannya,” katanya.
Disebutkannya, dengan adanya pemanfaatan dan penggunaan alat-alat pertanian modern, buruh tani yang pada awalnya merasa kehilangan sumber penghasilan, sesungguhnya mendapat kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang lebih layak di berbagai sektor seperti jasa perbengkelan, operator mesin pertanian dan kesempatan kerja lainnya yang berkembang sejalan dengan pertumbuhan perekonomian sebagai dampak positif dari kemajuan sektor pertanian.
Reporter : Daniel Manik






