Binjai  

Karangan Bunga Jadi Simbol Protes, Warga Binjai Barat dan Ojol: “Binjai Darurat Begal”

Satu di antaranya papan bunga berjejer di trotoar depan Mapolres Binjai dan menarik perhatian pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

BINJAI | Aksi unik namun sarat pesan dilakukan sejumlah warga Kecamatan Binjai Barat bersama komunitas ojek online (Ojol) Bersatu dengan mengirimkan tiga papan karangan bunga ke depan Mapolres Binjai, Senin (11/5/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes moral atas maraknya tindak kejahatan jalanan, khususnya begal sadis yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Tiga papan bunga itu dipajang di halaman pintu masuk Mapolres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai. Karangan bunga tersebut ditujukan kepada jajaran aparat keamanan, mulai dari Panglima TNI, Pangdam, Dandim hingga Kapolri, Kapolda Sumut, dan Kapolres Binjai.

Aksi ini dipicu oleh peristiwa pembegalan sadis yang dialami seorang siswa SMA Negeri 5 Binjai di Jalan Rambutan Ujung, Lingkungan III, Kelurahan Bandar Sinembah, Kecamatan Binjai Barat, pada Senin pagi, 11 Mei 2026. Insiden tersebut menambah panjang daftar kasus kriminal jalanan yang belakangan disebut warga semakin sering terjadi di wilayah tersebut.

Dari pantauan di lokasi, ketiga papan bunga tampak berjejer di trotoar depan Mapolres Binjai dan menarik perhatian pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. Tulisan pada papan bunga itu berisi pesan tegas sekaligus permohonan perlindungan kepada aparat.

Salah satu papan bunga bertuliskan, “Bapak Panglima TNI, Bpk Pangdam, Bpk Dandim, Tolong Kami, Binjai Darurat Begal.” Sementara papan lainnya ditujukan kepada unsur kepolisian dengan tulisan, “Bpk Kapolri, Bpk Kapolda, Bpk Kapolres, Tolong Kami, Binjai Darurat Begal.”

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD kota Binjai Ramlan mengatakan aksi tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan luapan keresahan masyarakat yang merasa keamanan di wilayahnya semakin mengkhawatirkan.

Menurut Politisi Partai Golkar ini , aksi begal sadis tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga menimbulkan trauma, khususnya bagi pelajar, pekerja, dan pengguna jalan yang kerap melintas pada pagi maupun malam hari.

“Kami memasang papan bunga ini sebagai bentuk protes terhadap maraknya begal di Binjai Barat. Sudah terlalu sering kejadian serupa terjadi. Kami ingin aparat benar-benar hadir memberikan rasa aman,” ujar Ramlan

Warga bersama Ojol Bersatu juga mendesak aparat keamanan untuk segera bertindak lebih tegas dengan membentuk tim khusus guna memburu dan menindak jaringan pelaku begal yang disebut semakin nekat beraksi.

“Kami mendesak Bapak Panglima TNI, Pangdam, Dandim, Kapolri, Kapolda, dan Kapolres segera menangkap pelaku begal sadis yang beroperasi di Kota Binjai. Jangan biarkan mereka terus beraksi. Ini waktunya aparat penegak hukum bertindak tegas dan serius. Bentuk tim khusus untuk melacak pelaku. Tolong kami, Binjai darurat begal,” tegas perwakilan warga dan Ojol Bersatu.

Aksi karangan bunga ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat menjadi alarm bagi aparat penegak hukum agar meningkatkan patroli, pengawasan, serta penindakan terhadap pelaku kriminal jalanan di Kota Binjai, khususnya Kecamatan Binjai Barat yang kini menjadi sorotan masyarakat. (Od-22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *