LANGKAT | Memasuki hari ke empat, banjir masih menggenangi sejumah wilayah di Kabupaten Langkat, sehingga tidak sedikit masyarakat masih mengungsi ke posko- posko pengungsian.
Di Desa Batu Malenggang dan Desa Cempa Kecamatan Hinai, warga masih mengeluhkan bantuan dari pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari. Camat Tanjung Pura dinilai ‘stel cuek’ atau stecu.
Seorang warga Cempa, Yani, mengaku
belum menerima bantuan seperti sembako hingga saat ini. Ia mengatakan beberapa ini hanya makan mie instan.
“Untuk makan, kami masak indomie dan telur, sudah tiga hari ini belum ada dapat bantuan sembako beras. jika kami datang ke posko-posko, selalu kehabisan,” ujar Yani, ditemui di lokasi banjir, Sabtu (29/11/2025).
Bahkan Ironisnya, saat para awak media melintasi lokasi banjir tepat di depan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, seorang pria kembali mengelukan hal yang sama.
Bersebelahan, Camat Tanjung Pura, seorang pria yang beriringan tangan dengan anak perempuan itu pun mengaku belum adanya bantuan yang ia terima.
“Bantuan kami gak ada ini, mau beli pun paya, cemana ini. Jangan munafik lah,” ujar pria berkaos warna kuning bersebelahan dengan Camat, yang diduga akan melakukan pengungsian.
Pantauan Orbitdigital di lokasi banjir, ratusan rumah warga berlokasi tidak jauh dari Jalan Lintas Medan-Aceh, tepatnya di Desa Batu Malenggang dan Desa Cempa, masih terendam banjir dengan ketinggian kurang- lebih 1 hingga 2 meter.
Tidak hanya itu, ratusan kendaraan sepeda motor dan mini bus roda empat yang akan melintasi Jalan Lintas Medan-Aceh tepatnya di Kecamatan Tanjung Pura di putar balikan oleh sejumlah petugas dari TNI-Polr yang siaga dilokasi.
Sementara itu, Erni, yang ditemui di salah satu posko Mesjid As-shalihin, ia mengaku sudah 4 hari mengungsi di tempat tersebut.
“Sudah empat hari tiga malam kami nginap di mesjid. Untuk batuan yang kami terima ada beras, roti, dan obat-obatan,” ujar warga Desa Batu Malenggang itu. (OD-20)







