Binjai  

Palang Pintu Perlintasan Kereta Api di Kelurahan Tanah Tinggi Binjai Timur Dibiarkan Rusak, Masyarakat Pengguna Jalan Resah

BINJAI | Kondisi palang pintu perlintasan kereta api di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, yang telah rusak dan tidak berfungsi selama sekitar enam bulan terakhir, memicu keresahan masyarakat. Warga menilai kerusakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan di perlintasan rel milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Seorang warga Binjai Timur, Dani Sinulingga, Selasa (21/7/2026), mengatakan kondisi palang pintu yang tak kunjung diperbaiki membuat setiap pengendara harus lebih waspada saat melintasi rel kereta api.

“Kalau tidak hati-hati sangat berbahaya. Palang pintunya sudah lama rusak sehingga pengendara hanya mengandalkan pandangan sendiri untuk memastikan ada atau tidaknya kereta yang melintas,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan palang pintu masih dalam kondisi rusak tanpa adanya tanda-tanda akan segera diperbaiki. Pada siang hari, petugas penjaga masih memberikan aba-aba secara manual ketika kereta akan melintas. Namun kondisi berbeda terlihat pada malam hari, ketika tidak tampak petugas berjaga sehingga pengguna jalan harus mengandalkan penerangan yang minim dan kewaspadaan pribadi.

Dani mengaku pernah mengalami kejadian yang nyaris membahayakan saat melintas pada malam hari.

“Beberapa kali saya hampir terjebak di perlintasan itu saat melintas malam hari. Karena tidak ada tanda dari petugas, saya mengira aman. Tiba-tiba kepala kereta sudah muncul dan saya langsung tancap gas. Kejadiannya sangat mengejutkan,” katanya.

Menurutnya, minimnya penerangan di sekitar lokasi semakin memperburuk kondisi. Jarak pandang yang terbatas ditambah tidak berfungsinya palang pintu membuat pengendara merasa waswas setiap kali melintasi rel tersebut.

Ia juga menyebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di lokasi itu. Karena itu, warga berharap perbaikan segera dilakukan agar tidak kembali menelan korban.

“Kalau sudah berbulan-bulan seperti ini masih saja belum diperbaiki, tentu sangat membahayakan. Apalagi di lokasi ini pernah terjadi kecelakaan. Jangan sampai ada korban lagi hanya karena fasilitas keselamatan tidak segera diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai, Hariman Tarigan, saat dikonfirmasi Harian Orbit, Selasa (21/7/2026), menjelaskan kerusakan palang pintu tersebut terjadi akibat hempasan angin kencang.

Menurutnya, Dinas Perhubungan telah menyampaikan surat kepada PT Jasa Raharja sebagai pihak yang sebelumnya memberikan bantuan pengadaan palang pintu tersebut. Namun, balasan yang diterima menyebutkan belum tersedia anggaran untuk melakukan perbaikan.

“Kami sudah mengirimkan surat laporan kepada PT Jasa Raharja agar palang pintu di lokasi itu segera diperbaiki. Namun jawabannya belum tersedia anggaran untuk perbaikan,” kata Hariman.

Ia menambahkan, pada prinsipnya Dinas Perhubungan berencana mengevakuasi palang pintu yang rusak untuk diperbaiki menggunakan biaya mandiri. Akan tetapi, keterbatasan tenaga, peralatan, serta anggaran menyebabkan proses tersebut belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Kami tetap berupaya mencari solusi agar palang pintu tersebut bisa segera diperbaiki. Sementara ini kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika melintasi perlintasan kereta api karena fasilitas pengaman belum berfungsi,” tegasnya.

Terpisah, tokoh masyarakat Kecamatan Binjai Timur, Bram Siregar, mendesak PT Kereta Api Indonesia dan Dinas Perhubungan Kota Binjai agar segera mengambil langkah konkret memperbaiki palang pintu yang rusak.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa sudah ada sejumlah warga yang mengalami kecelakaan di perlintasan tersebut sehingga penanganan tidak boleh lagi ditunda.

“Kami meminta PT KAI dan Dishub Kota Binjai segera memperbaiki palang pintu yang rusak. Sudah cukup banyak korban kecelakaan di lokasi ini. Jangan sampai ada lagi warga yang menjadi korban hanya karena fasilitas keselamatan tidak berfungsi,” ujar Bram.

Warga berharap sinergi antara PT KAI, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait dapat segera menghasilkan solusi nyata. Perbaikan palang pintu serta peningkatan penerangan di kawasan perlintasan dinilai mendesak dilakukan demi menjamin keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur kereta api di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai. (Od-22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *