Generasi muda, kata Darmansah, merupakan harapan bangsa dan negara, dan tentunya harapan maju serta berkembangnya Abdya ke depan.
“Hal ini sangat berkaitan dan berdampak besar terhadap masyarakat banyak, untuk itu melalui kesempatan ini kami minta agar persoalan ini harus benar-benar kita pahami dan kita tangani bersama dengan serius demi kemaslahatan masyarakat Abdya,” paparnya.
Menurutnya, kegiatan perkaderan ini bukanlah sekedar menambah ataupun mengisi kekosongan anggota saja, akan tetapi esensi dan hikmah yang lebih penting adalah sebagai renungan dan evaluasi bagi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiah Abdya agar ke depan menjadi lebih baik lagi, serta manfaatnya lebih dapat dirasakan oleh masyarakat dan agama.
Sebelumnya, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Abdya Ikhsan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan perkaderan terpadu tersebut dilaksanakan selama dua hari.
“Kegiatan ini kita laksanakan mulai hari ini Sabtu hingga besok Minggu. Perkaderan ini kita laksanakan sebagai proses kaderisasi di Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiah,” jelasnya.
Ia menjelaskan perkaderan Baitul Arqam Dasar ini merupakan jenjang perkaderan formal yang ada di Pemuda Muhammadiyah yang diadakan guna membentuk pola pikir dan pemahaman organisasi kepada kader.
Didalam setiap organisasi, kata dia, tentu ada batas-batas kepengurusan atau periodenya, karenanya perlu dilakukan perkaderan, salah satunya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan atau kepengurusan organisasi kedepannya.
Ikhsan, berharap melalui perkaderan Baitul Arqam Dasar ini akan melahirkan kader Pemuda Muhammadiyah yang memiliki kecerdasan yang cukup untuk bisa mengemban amanah, memahami dan menyelesaikan masalah, mencari solusi untuk umat dan bangsa,” demikian pungkas Ikhsan.
Reporter : Nazli







