Aceh  

Peringatan Keras Safaruddin ke Perusahaan Tambang: Kalau Tidak Ada Manfaat Bagi Rakyat, Saya Tutup!

Bupati Aceh Barat Daya Dr Safaruddin SSos MSP, Senin (12/5/2025).

ABDYA | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin memberi peringatan keras kepada seluruh perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan di wilayah kabupaten yang dipimpinnya. Ia menegaskan tidak akan segan-segan menutup tambang yang hanya merugikan masyarakat dan daerah.

“Yang kita dapat asapnya, rusak jalan kita yang dipakai. Hari ini saya sedang bereskan itu. Tidak ada urusan bagi saya, kalau tidak ada manfaat bagi rakyat, silakan tutup, dan itu saya lakukan,” kata Safaruddin dalam pernyataannya kepada media, Senin (12/5/2025).

Peringatan itu muncul seiring kecilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Abdya dan kondisi anggaran yang semakin ketat. Bupati menyebut, perusahaan tambang harus berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan hanya memperkaya segelintir oknum.

“Kalau numpang saja dan hanya memperkaya oknum beberapa orang saja di sana, bagi saya tidak ada urusan. Saya tidak akan membiarkan itu,” tegas politikus Partai Gerindra tersebut.

Selain menyasar sektor tambang, Safaruddin juga menyebut langkah konkret pemerintah daerah dalam mengoptimalkan aset untuk menambah PAD. Salah satunya adalah mengoperasikan kembali pabrik penggilingan padi di Kecamatan Tangan-Tangan yang selama ini mangkrak.

“Pematangan aset bergerak dan tidak bergerak harus menjadi sumber pendapatan asli daerah,” ujarnya.

Sambungnya lagi, pemerintah Aceh Barat Daya juga tengah mengkaji pelelangan kendaraan dinas berusia di atas 10–15 tahun untuk mengurangi beban daerah. Sementara aset tak bergerak seperti sawah dan gedung juga akan ditawarkan ke pihak ketiga agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Salah satunya yang menjadi harapan kita adalah aset ini harus menjadi pendapatan untuk lima tahun ke depan,” demikian pungkas Safaruddin. (Nazli)