Potensi Madu Lebah di Tapsel Butuh Pengelolaan Profesional

Tim dari IPTS dan masyarakat petani madu foto bersama di sela kegiatan sosialisasi

PADANGSIDIMPUAN | Tim Institut Pendidikan Tapanuli Selatan mengadakan sosialisasi peningkatan produksi madu lebah trigona di Kawasan Padangsisimpuan/Tapanuli Selatan dan sekitarnya, diikuti para petani madu setempat.

Marzuki Ahmad S.Pd M.Pd sebagai angota tim dosen yang aktif menganalisis pemahaman mitra dalam budidaya lebah trigona mengungkapkan, melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan diperoleh peningkatan pemahaman mitra sebesar 61,02%. Peningkatan pemahaman mitra dalam budidaya lebah trigona ini termasuk dalam kategori sedang, tuturnya.

Sedangkan Perima Simbolon S.Si M.Pd mengungkapkan bahwa produksi lebah trigona pada KTH Adian Nasonang cenderung akan semakin meningkat. Hal ini dikarenakan, kelompok tersebut sudah dibekali tambahan koloni lebah madu trigona jenis itama yang dapat memproduksi madu stabil (± 0,5 liter) dalam tiap bulannya serta alat panen dan perawatan koloni yang meliputi APD dan alat sedot madu yang mempermudah untuk proses perawatan koloni.

Simbolon mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian ini, senantiasa dilakukan untuk menghasilkan produksi madu yang lebih banyak dan lebih berkualitas, sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Puspa Sari Ritonga sebagai perwakilan anggota tim PKM dari mahasiswa, yang merupakan mahasiswa Pendidikan Ekonomi IPTS semester V, mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan sangat memberi pegaruh positif terhadap pengembangan diri mahasiswa. Kegiatan budidaya lebah trigona penghasil madu sangat baik dijadikan sebagai usaha utama atau usaha tambahan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ketua dan Anggota KTH Adian Nasonang mengucapkan terima kasih sekaligus apresiasi terhadap tim PkM dosen IPTS yang telah memberikan edukasi dan pendampingan dalam budidaya lebah madu trigona.

“Kami sangat terbantu dalam budidaya lebah madu trigona dan berterimakasih dengan kegiatan pengabdian Tim dosen yang dilakukan dengan pendanaan dari DPPM Kemditisaintek ini,” tuturnya.

Tingkatkan Ekonomi

Rektor Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, Dr. H. Zulfadli M.Pd mengapresiasi TIM PkM yang telah sukses menjalankan program Pengabdian kepada Masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi”. Melalui kegiatan pendampingan seperti ini, ucap Rektor, dosen dan mahasiswa tidak hanya menjadi chanel dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga turut menjadi wahana formal kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan aspek produksi dan manajemen budidaya lebah madu trigona yang baik.

Tim pengabdi dengan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), program ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku kelompok tani hutan dalam budidaya lebah madu dapat melahirkan perubahan konkret bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan edukatif, inovatif, dan kolaboratif, KTH Adian Nasonang diharapkan dapat terus berkembang menjadi Kelompok Tani unggulan yang berdaya saing tinggi, mandiri, dan mampu berkontribusi dalam memperkuat perekonomian daerah Tapanuli Selatan.

Dipilihnya KTH Adian Nasonang dalam budidaya lebah madu trigona sebagai sasaran pendampingan mengingat potensi KTH Adian Nasongan sebagai penghasil madu di Tapanuli Selatan masih sangat besar, namun memiliki tantangan di bidang produksi dan manajemen.

“Kita yakin omset pelaku usaha akan meningkat signifikan jika dibarengi dengan penambahan jumlah koloni madu trigona jenis itama, penyediaan APD yang berkualitas serta alat sedot yang praktis digunakan, serta memperbaiki manajemen KTH Adian Nasonang,” ujar Hartini.

Kegiatan yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementrian Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025 ini, paparnya. Dorandus Tobing