Binjai  

Bangunan MTQ Aset Pemko Binjai Terbengkalai di Timbang Langkat, Kini Jadi “Sarang Hantu”

Bangunan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) milik Pemerintah Kota Binjai berubah menjadi bangunan terbengkalai dan tidak terurus selama bertahun-tahun.

BINJAI | Bangunan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) milik Pemerintah Kota Binjai yang berada di Jalan Bejo Muna, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, kini memprihatinkan. Aset daerah yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah dari APBD Kota Binjai pada era Wali Kota Idham tersebut berubah menjadi bangunan terbengkalai dan tidak terurus selama bertahun-tahun.

Bangunan yang berada di bawah pengawasan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Binjai itu berdiri di atas lahan eks HGU PTPN dan berada tepat berhadapan dengan SMP Negeri 12 serta Puskesmas Timbang Langkat. Lokasi yang strategis tersebut seharusnya mampu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat maupun pengembangan ekonomi daerah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi sebaliknya. Sejak rampung dibangun, gedung MTQ tersebut nyaris tidak pernah difungsikan secara maksimal untuk kegiatan masyarakat. Kini bangunan itu dipenuhi semak belukar, dinding mulai rusak, serta berbagai fasilitas penting hilang diduga digondol pencuri.

Sejumlah komponen bangunan dilaporkan raib tanpa jejak. Kerusakan demi kerusakan terus terjadi akibat minimnya pengawasan dan tidak adanya perawatan dari pihak terkait.

Kondisi tersebut memunculkan sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat. Pengamat Sosial Langkat-Binjai, Adi Surya, yang turun langsung melakukan investigasi ke lokasi menyebut bangunan tersebut kini menyerupai kawasan angker dan tidak terurus.

“Bangunan ini dulunya dibangun dengan dana miliaran rupiah untuk kepentingan masyarakat. Tapi sekarang malah jadi sarang semak belukar, tempat kosong menyeramkan dan disebut warga seperti sarang hantu dan dedemit,” ujar Adi Surya, rabu (20/5/2026).

Menurutnya, terbengkalainya bangunan MTQ tersebut merupakan bukti lemahnya pengelolaan aset daerah di lingkungan Pemerintah Kota Binjai selama bertahun-tahun. Ia menilai pemerintah gagal menjaga dan memanfaatkan aset yang seharusnya dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat.

“Sangat disayangkan aset berharga milik pemerintah daerah dibiarkan rusak begitu saja. Padahal jika dikelola dengan baik, bangunan ini bisa dijadikan pusat kegiatan masyarakat, lokasi event keagamaan, bahkan berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Adi Surya juga menyoroti hilangnya berbagai fasilitas penting di dalam bangunan yang dinilai menunjukkan tidak adanya pengawasan serius terhadap aset milik daerah. Ia meminta Pemko Binjai segera melakukan evaluasi total terhadap pengelolaan aset-aset daerah yang terbengkalai.

Warga sekitar juga mengaku prihatin melihat kondisi gedung MTQ tersebut. Selain menimbulkan kesan kumuh, bangunan yang tidak terurus itu juga dikhawatirkan menjadi tempat aktivitas negatif pada malam hari.

Kini harapan masyarakat tertuju kepada Pemerintah Kota Binjai dan DPRD Kota Binjai agar segera mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan aset tersebut. Warga berharap bangunan MTQ dapat kembali difungsikan sebagaimana mestinya demi kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, saat wartawan Harian Orbit mendatangi kantor Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Binjai guna meminta klarifikasi terkait kondisi bangunan MTQ yang terbengkalai, Kepala BPKPAD dilaporkan tidak berada di tempat.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang bertugas di kantor tersebut menyampaikan bahwa pimpinan sedang berada di luar kantor. “Bapak tidak ada, lagi di luar kantor,” ujar salah seorang ASN kepada wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BPKPAD Kota Binjai terkait langkah penanganan maupun rencana pemanfaatan kembali bangunan MTQ yang kini terbengkalai tersebut.(Od-22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *