Binjai  

Rusak, Toilet Dinas Pendidikan Binjai Memprihatinkan

Pintu toilet kondisinya rusak parah, tidak bisa ditutup dan dikunci dari dalam. Lantai atau keramiknya juga jorok, seperti tidak pernah dirawat

BINJAI | Kondisi fasilitas toilet di Kantor Dinas Pendidikan Kota Binjai menuai sorotan. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan kantor tersebut mengeluhkan kerusakan pintu toilet yang disebut telah berlangsung berbulan-bulan tanpa perbaikan.

Selain pintu toilet yang rusak parah dan tidak dapat ditutup maupun dikunci dari dalam, kondisi lantai dan kebersihan toilet juga dinilai memprihatinkan. Aroma tidak sedap bahkan disebut sangat menyengat sehingga mengganggu kenyamanan pengguna.

Keluhan tersebut turut disampaikan Pengamat Sosial Kota Binjai, Adi Surya, saat meninjau langsung kondisi toilet bersama sejumlah awak media dan LSM, Selasa (19/5/2026).

“Pintu toilet kondisinya rusak parah, tidak bisa ditutup dan dikunci dari dalam. Lantai atau keramiknya juga jorok, seperti tidak pernah dirawat. Aromanya menyengat hidung,” ujar Adi Surya.

Menurutnya, kondisi fasilitas umum di lingkungan instansi pemerintahan seperti Dinas Pendidikan seharusnya menjadi perhatian serius karena digunakan tidak hanya oleh ASN, tetapi juga masyarakat yang datang mengurus administrasi.

“Kalau kita lihat kondisinya seperti ini tentu sangat disayangkan. Ini fasilitas umum yang digunakan banyak orang, seharusnya dirawat dengan baik oleh pihak Dinas Pendidikan Kota Binjai,” katanya.

Adi berharap Pemerintah Kota Binjai segera turun tangan untuk memperbaiki fasilitas tersebut agar tidak semakin memprihatinkan.

“Mudah-mudahan Pak Wali Kota dan Sekda melihat persoalan ini supaya bisa segera diperbaiki. Sayang sekali kalau fasilitas umum seperti toilet justru dibiarkan tidak terawat,” tambahnya.

Lemah Perhatian

Sorotan serupa juga datang dari Direktur Eksekutif LSM P3H Sumut, Muhammad Jaspen, yang menilai Pemko Binjai dan Dinas Pendidikan terlalu abai terhadap kondisi fasilitas dasar di lingkungan kerja.

“Padahal toilet ini lokasinya dekat sekali dengan ruangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai. Sangat ironis kalau kerusakan seperti ini dibiarkan berbulan-bulan,” ujar Jaspen.

Ia menilai pembiaran fasilitas toilet yang rusak dapat mencerminkan lemahnya perhatian terhadap hak dasar ASN atas lingkungan kerja yang sehat dan layak.

“Fasilitas toilet yang dibiarkan rusak berbulan-bulan jelas mengganggu kenyamanan ASN dan masyarakat. Ini bisa memengaruhi produktivitas kerja dan pelayanan publik,” tegasnya.

Menurut Jaspen, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, publik bisa menilai pemerintah tidak serius dalam menjaga fasilitas umum milik daerah.

“Kalau fasilitas sederhana seperti toilet saja tidak diperhatikan, bagaimana masyarakat bisa percaya pemerintah mampu merawat infrastruktur lainnya?” katanya.

Ia juga menyarankan agar persoalan pembiaran fasilitas kantor ini dapat diadukan ke Inspektorat Daerah untuk dilakukan audit internal terkait pemeliharaan sarana dan prasarana kantor.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait kondisi fasilitas toilet tersebut, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Binjai, Olivia yang akrab disapa Buk Lilis, mengaku tidak mengetahui penyebab kerusakan pintu toilet.

“Tanya saja sama satpam, saya tidak tahu kenapa fasilitas pintu toiletnya rusak,” ujarnya singkat.

Jawaban tersebut justru memunculkan tanda tanya dari sejumlah pihak, mengingat fasilitas yang rusak berada di lingkungan kantor dan telah dikeluhkan dalam waktu cukup lama.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai terkait rencana perbaikan fasilitas toilet tersebut.

Masyarakat berharap Pemko Binjai segera mengambil langkah konkret agar fasilitas umum di lingkungan perkantoran pemerintah tetap layak, bersih, dan nyaman digunakan. (Od-22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *