Rangkaian Dies Natalis ke-70 USU Diisi Kuliah Umum Gubernur Lemhannas dan Ketua PBNU

Rektor USU Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si foto bersama dengan Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution di Auditorium USU pada Jumat, (9/9/2022).

MEDAN | Rangkaian perayaan Dies Natalis ke-70 Universitas Sumatera Utara (USU) diisi dengan kuliah umum bertajuk Leadership General Lecturer Series yang menghadirkan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto sebagai pembicara kuliah umum sesi pertama dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf pada sesi kedua di Auditorium USU pada Jumat, (9/9/2022).

Gubernur Lemhannas dalam kuliah umumnya mengusung tema “Penguatan Pertahanan Global dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia sebagai Presidensi G20”.

Rektor USU Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si mengatakan, tema tersebut dihadirkan untuk para mahasiswa dan seluruh peserta agar dapat memahami aspek-aspek strategis dalam penguatan pertahanan global serta bagaimana upaya peningkatan ekonomi secara signifikan.

“Implementasinya diharapkan muncul inspirasi dari mahasiswa untuk dapat menyesuaikan kemauan dan aktivitas penyesuaian masa depan mereka terhadap tantangan yang akan datang,” ujarnya.

Rektor menjelaskan, sehubungan dengan Presidensi G20 dan Dies Natalis ke-70, USU telah menyiapkan banyak diskusi menyambut G20 dan mahasiswa diharapkan memiliki willingness form berkaitan peran dan fungsi Indonesia pada gerakan tersebut.

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf membawakan tema “Keberagaman dan Kebangkitan Ekonomi Indonesia sebagai Presidensi G20.”

Rektor Muryanto Amin menjelaskan, tema tersebut diusung karena Indonesia tidak hanya memiliki keberagaman dalam hal budaya, tetapi juga pada pandangan politik, keagamaan, dan etnik. Karena itu, keberagaman yang hadir dalam kultur berbangsa dan relasi sosial harus dipahami.

“Keberagaman yang hadir dalam kultur berbangsa dan relasi sosial harus dipahami secara bijak serta dimaknai sebagai kekuatan besar untuk mendukung pembangunan,” kata rektor.

Baca Juga: Gubsu Sampaikan Tiga Wejangan ke Mahasiswa Hukum USU

Rektor berharap, dengan materi keberagaman yang disampaikan menjadi kesempatan bagi mahasiswa USU untuk meningkatkan wawasan keilmuan dan menguatkan paham kebangsaan.

“Kuliah ini diharapkan mampu memberi pemahaman bahwa keberagaman itu penting untuk bisa memperkuat Indonesia,” ujar Muryanto Amin.

Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto dalam materinya menyampaikan tentang optimisme Indonesia untuk menjadi kekuatan pada ekonomi dunia dengan momentum G20. Kemudian tentang antisipasi kebijakan ekonomi karena Indonesia telah melalui titik-titik kritis dunia seperti pemulihan Covid, konflik Rusia-Ukraina, dan ketegangan antara Amerika dan China.

“Dua hal yang pertama soal optimisme, ke depan kita berada di momentum yang tepat untuk melompat menjadi kekuatan ekonomi dunia, karenanya kita harus fokus untuk bisa melakukan adopsi ekonomi biru, ekonomi hijau serta transformasi digital,” jelas Andi.

Baca Juga: PKKMB USU Pecahkan Rekor MURI Menyanyikan Lagu 8 Etnis dengan 7.858 Peserta

Menurutnya, materi pada kuliah umum ini sangat penting diberikan kepada mahasiswa, karena mahasiswa akan memiliki bayangan untuk berkarir dalam 20 tahun ke depan dan dapat menyesuaikan diri terhadap tantangan global dan perkembangan teknologi dalam berbagai bidang.