Saling Tuding, Kapus Berastagi Sebut 32 Pegawai Mangkir

oleh -537 views

TANAH KARO – Kasus pertikaian pimpinan Puskesmas Berastagi dengan 35 pegawainya, nampaknya akan memicu konflik berkepanjangan. Bahkan, sudah memasuki ranah tuding-menuding saling menyalahkan, saling membela diri.

Kepala Puskesmas Berastagi dr Rehmenda Br Sembiring mengatakan, ketika sektor kesehatan sedang dalam situasi genting untuk menyelamatkan bangsa dari ancaman Pandemi Covid-19, malah sejumlah tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Berastagi, dikatakan mangkir dari pekerjaannya selama sepuluh hari berturut-turut.

Hal ini tentunya harus disikapi secara serius oleh Kepala Puskesmas sebagai penanggungjawab, agar manajemen dan pelayanan terhadap masyarakat dapat terselenggara dengan baik.

Baca juga : Diduga Punya Beking Pejabat di Pemkab Karo, Kapus Berastagi Sulit ‘Disentuh’

“Alasan mereka mangkirpun, saya tidak tahu. Hanya bilang tidak nyaman, saya gak mengerti maksud mereka tidak nyaman. Mulai dari tanggal 20 hingga 30 Juli tak masuk. Selama sepuluh hari berturut-turut,” ujar Kepala Puskesmas (Kapus) dr. Rehmenda Sembiring kepada orbitdigitaldaily.com, Kamis (30/7/2020) di Berastagi.

Dikatakannya, dengan mangkirnya 32 orang pegawai medis dan non medis, membuat dirinya harus mengambil tindakan dengan menegur secara lisan. Namun teguran tersebut hanya dianggap angin lalu. 

“Saya sudah buat surat peringatan pertama dan kedua. Sebelumnya juga saya telah berikan surat pemanggilan. Itupun tidak diindahkan, sehingga saya wajib menyurati dinas kesehatan untuk melaporkan ketidakhadiran pegawai disini,” terangnya.

Ia menambahkan, surat peringatan pertama dan kedua yang diterbitkannya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. 

“Saya sudah tiga kali melaporkan atau menyurati Dinas Kesehatan perihal ketidakhadiran pegawai tertanggal 25, 27 dan 30 Juli 2020. Sekaligus meminta agar dimediasi,” beber Rehmenda.

Begitu juga sambungnya lagi, surat peringatan yang diterbitkannya sesuai dengan aturan. Awalnya menegur secara lisan, kedua surat pemanggilan tertanggal 27 Juli 2020. 

Karena tidak diindahkan, sebut dr Rehmenda, dan sudah lewat dari 7 hari berturut- turut absen. Surat peringatan pertama dan kedua langsung diterbitkannya tertanggal 30 Juli 2020.

“Saya selaku penanggungjawab Puskesmas, tentunya khawatir jika tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat. Karena sejumlah pegawai disini absen dari pekerjaannya,” sebutnya mengakhiri.

Sementara, sejumlah tenaga medis Puskesmas Berastagi yang dituding mangkir oleh Kapus Berastagi dr Rehmenda Br Sembiring itu, membantah.

“Kami tidak mangkir. Kami absensi di Dinas Kesehatan setiap hari sebagaimana jam kerja selama ada masalah ini. Kalau bapak tidak percaya, boleh tanyakan ke Sekertaris Dinas Kesehatan Karo atau ke Kasubag Kepegawaian Dinkes Karo,” kata salah seorang pegawai yang mengaku Br Ginting kepada orbitdigitaldaily.com, saat dihubungi melalui sambungan selularnya sekira pukul 18.35 WIB.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Karo drg Irna Safrina Sembiring Milala. Dia mengatakan bahwa benar 35 pegawai Puskesmas Berastagi absensi di Dinas Kesehatan Kabupaten Karo selama ini.

“Benar, 35 orang pegawai Puskesmas Berastagi setiap harinya absen di Dinas Kesehatan,” singkat Dokter Gigi yang cukup akab dengan wartawan itu.

Reporter : David Kaka