LABUHANBATU- Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan peningkatan infrastruktur serta pengembangan ekonomi kreatif menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu tahun 2021.
Demikian dikatakan Kepala Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Hobol Z Rangkuti SSos MM dalam konsultasi publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemkab Labuhanbatu tahun 2021 pada 14 Februari 2020 lalu, di Ruang Data dan Karya Kantor Bupati Labuhanbatu.
Hobol mengatakan kepada wartawan, Rabu (15/4/2020), prioritas pembangunan tahun 2021 yang disampaikan dalam Ranwal RKPD tahun 2021 itu, sesuai dengan visi dan misi pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Labuhanbatu tahun 2016-2021.
“Adapun visi yakni satu tekad bersama rakyat menuju sejahtera 2021, Labuhanbatu semakin hebat lebih berdaya. Sedangkan misi diterjemahkan dalam 5 kata kunci yakni pemerintahan bersih, pendidikan, kesehatan, perekonomian dan infrastruktur” ujar Hobol.
RKPD tersebut juga mengacu kepada visi dan misi Presiden RI Joko Widodo yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2019-2023.
Dalam gambaran makro ekonomi rata-rata tahun 2014-2018, Hobol menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Labuhanbatu memiliki trend positif karena berada di atas rata-rata nasional.
“Pada tahun 2018, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Labuhanbatu sebesar 5,06 persen. Lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional pada tri wulan ketiga tahun 2019 sebesar 5,02 %,” tambah Hobol.
Pada konsultasi publik tersebut juga disampaikan 15 inovasi pembangunan daerah Kabupaten Labuhanbatu yang pada tahun 2019 mengantarkan daerah ini menempati urutan ke 35 dari seluruh Kabupaten/Kota se Indonesia dan urutan pertama Kabupaten/ Kota Sumatera Utara dengan Skor Indeks Inovasi Daerah sebesar 9400 point.
Ada 15 inovasi daerah itu, antara lain 3 inovasi fungsi pelayanan umum urusan perencanaan pembangunan, 5 inovasi fungsi pendidikan urusan perpustakaan, 5 inovasi fungsi kesehatan urusan kesehatan dan urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana dan 2 inovasi fungsi ekonomi urusan pertanian,” terang Hobol.
Reporter : Robert Simatupang







