Selamatkan Peternak Ayam Petelur Dari Kerugian Milyaran Rupiah

Disebutkannya, Rakor berlangsung selama dua hari, mendalami masalah naiknya harga bahan pakan dan rendahnya harga telur yang mengakibatkan kerugian Peternak Petelur mencapai milyaran rupiah. Dari hasil rakor beberapa point direkomendasikan, yaitu memerikan kuota Impor Jagung dan bahan pakan lain langsung pada asosiasi Peternak Petelur, dalam hal ini P3SU. “Bila impor melalui Perum Bulog, hanya menambah mata rantai dan menambah biaya,”ujar Sugianto.

Rekomendasi lainnya, segala bentuk bantuan pemerintah (PKH dan sebagainya) sebaiknya tetap mengikutkan telur sebagai item bantuan. Ini akan menambah daya serap telur dan menjamin tercukupinya protein bagi keluarga penerima bantuan. Mengenai bungkil kedelai, harap diberi kesempatan bagi P3SU menjadi pelaku impor untuk kebutuhannya sendiri. “Saya berharap pemerintah menindak lanjuti dan memberikan solusi konkrit,”kata Sugianto Makmur.

Karena, tambah politisi PDI Perjuangan ini, bahwa peranan dari Peternak Ayam Petelur itu sangat besar. Pertama, kita harus sadari bahwa Telur Ayam adalah sumber protein hewani paling murah dan terjangkau. Seumpamanya, hanya punya uang sepuluh ribu rupiah, masih bisa beli 6 butir telur dan sedikit cabe untuk lauk makan.

Kedua, kecukupan protein hewani penting untuk menjamin kecerdasan anak cucu kita sebagai penerus bangsa ini. Ketiga, apabila Peternak Ayam Petelur bangkrut, bisa mengakibatkan kelangkaan telur, akhirnya harga telur mahal, tidak terjangkau bagi masyarakat pada umumnya. Kecukupan protein hewani pun terancam. “Disini, intervensi pemerintah sangat penting guna mencegah Peternak Petelur jangan sampai bangkrut,”tegasnya.cr-03