Oleh karena itu, Sugianto berharap, para pengambil kebijakan di jakarta, mau merendahkan hati untuk mendengar keluhan dan tangisan rakyatnya.
Satu hal yang perlu kita mengerti, minyak goreng itu terkait langsung dengan CPO sebagai bahan bakunya. Tidak perlu kita hancurkan harga CPO dalam negeri supaya minyak goreng jadi murah. Itu bukan langkah yang tepat.
Fenomena yang terjadi ketika larangan ekspor diberlakukan, harga TBS terjun bebas dan hasil sawit rakyat ditolak di pabrik- pabrik yang tidak memiliki kebun sendiri. Sangat kontraproduktif.
“Hentikan program B30 untuk solar subsidi. Hemat dulu uang negara karena untuk menghadapi gejolak ekonomi, pemerintah butuh uang yang sangat banyak. Cabut larangan ekspor, subsidi minyak goreng curah dan awasi distribusinya. Ini sdh cukup untuk mengatasi masalah secara keseluruhan,” usul Sugianto.
Sugianto berharap, keadaan segera normal kembali. Yang kita perlu saingi adalah negara lain dan pengusaha dari negara lain, bukan mematikan pengusaha lokal Indonesia. Dengan semua komponen bangsa yg sehat dan kuat, baru bisa kita mencapai Indonesia yang makmur, adil dan sejahtera. rel







