Ternyata, Ini Pemicu Konflik Internal di Puskesmas Berastagi Tanah Karo

oleh -1.735 views

TANAH KARO – Surat Keputusan (SK) Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Berastagi ditengarai sebagai pemicu kegaduhan antara pimpinan dengan 35 orang pegawai di puskesmas tersebut.

Bahkan memicu konflik berkepanjangan, mulai dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabuapten Karo, sampai surat pengaduan ke Bupati Karo.

SK Nomor : 440.130/PUSK-BTG/VI/2020 yang dihimpun orbitdigitaldaily.com dari berbagai sumber mencantumkan sanksi bagi pegawai berupa dinonaktifkan dari pelayanan, jasa BPJS dan tunjangan kinerja, serta kenaikan pangkat dan SKP ditunda.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Karo drg Irna Safrina Sembiring Meliala MKes, yang dikonfirmasi sejumlah wartawan juga merasa kaget melihat ada surat seperti itu.

Ketika ditanyakan apakah setingkat Kapuskesmas berhak menghentikan tunjangan kinerja pegawai, Kadis langsung mengatakan tidak ada hak.

“Tidak berhak, ini sudah melampaui wewenangnya. Saya rasa ini puncak amarah mereka dan inilah pemicunya, dan dokter Rahmenda juga tetap tidak menyatakan apapun,” ujarnya.

“Saya cuma bilang agar memberikan sanksi untuk sementara kepada tiga orang tenaga medis itu. Itupun saya bilang harus ada waktunya, tidak juga selamanya. Bukan mengeluarkan surat seperti ini. Saya juga tidak punya wewenang melakukan ini,” jelas Irna di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 jalan Selamat Ketaren Kabanjahe, baru-baru ini.

Menurutnya, Bupati pun harus melakukan rekomendasi ke Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan, Pangkat) dan rekomendasi dinas, untuk pemeriksaan.

“Panjang ceritanya itu. Makanya saya kaget, kok bisa keluar surat seperti itu,” katanya lagi.

Dikatakan Irna lagi, pegawai yang tiga orang yang lalai dalam tugas juga harus ditegur. Biasanya teguran yang dibuat, mengeluarkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi.

“Kita gak bisa selamanya menghukum. Kita kan pimpinan, kitalah yang mengayomi, dan harus ada batas marah kita. Tujuan kita membuat efek jera sama dia, dan bisa semua dikomunikasikan,” ungkap Irna.

Terkait 35 staf Puskesmas Berastagi, Kadinkes mengaku sudah dua kali memanggil kepala puskesmas. Juga sudah melakukan rapat kerja dengan anggota DPRD Karo.

Reporter: David Kaka