Agama  

Ustad Rendi : Islam Tidak Shalat Ibarat Lembu Bodoh

Ustad Rendi Syahputra MPdI menyampaikan tausiahnya di Masjid Raya Miftahul Iman Medan Denai, dalam pengajian Minggu Subuh (18/09/2022). Foto/Karyadi Bakat

MEDAN | Dalam ceramah pada pengjian Minggu Subuh di Masjid Raya Miftahul Iman Jalan Panglima Denai Medan Denai, Ustad Rendi Syahputra MPdI menyebutkan, seorang muslim yang tidak shalat ibarat lembu bodoh dan lebih bodoh dari lembu yang bodoh.

Ustad Rendi mengatakan itu berdasarkan riwayat yang pernah diungkapkan para ulama yang menafsirkan perkataan para sahabat Rasululah SAW. Dikatakan Shalat sebagai tiang agama dan kewajiban bagi umat Islam, tiada cara lain untuk menggantikannya, sebutnya Minggu (18/09/2022) usai Shalat Subuh berjamaah.

Manusia dilahirkan memiliki akal dan diberi oleh Tuhan kesempurnaan, sementara hewan saja yang tidak diberi akal masih bisa diatur tiap hari mencari makan, keluar kandang pagi hari dan pulang sendiri dimasukkan kandang sore hari atas komando pemilik ternak.

Jadi kalau makhluk hidup seperti manusia yang memiliki akal sehat diberikan Allah dan mengaku sebagai Islam di muka bumi ini, tetapi tidak mau bersyukur atas kehidupannya, sungguh itu luar biasa. Dengan mendirikan shalat itulah salahsatu wujud seorang manusia bersyukur.

“Membangun rumah harus ada tiangnya, begitu juga kita umat Islam Shalat merupakan tiang agama, Isya Allah jika dikerjakan sesuai ajar yang benar, Allah akan memberikan berbagai kemudahan dalam hidup,” sebut Ustad Rendi.

Paling Afdol

Nabi Muhammad Rasullulah SAW kepada para sahabat dalam sebuah pertemuan saat ditanya pernah menyebutkan, ada tiga perbuatan paling afdol/baik untuk dilakukan dalam hidup yaitu Shalat di awal waktu, menyegerakan penguburan jenajah/orang yang sudah meninggal dan melaksanakan perkawinan/nikah bagi yang sudah menginginkannya.

Yang pertama pesan Nabi Muhammad Rasullulah SAW adalah shalatlah kamu di awal waktu. Namun begitu jika ada hal menghalangi tidak disalahkan malaksanakannya di tengah waktu atau di akhir waktu, daripada tidak shalat. Hanya saja yang paling afdol di awal waktu.

Yang kedua pesan nabi, segerakanlah menguburkan orang yang sudah meninggal dunia/jenazah. Menunda nunda penguburan jenazah atu perbuatan yang tidak disukai Allah.

“Orang yang sudah mati, tidak mungkin hidup lagi bila anaknya yang ditunggu datang melayat, justeru itu bisa diibaratkan sebagai bentuk penyiksaan. Alangkah durhakanya seorang anak yang menunda penguburan orangtuanya hanya karena menunggu orang hidup, sekalipun itu anaknya,” sebut ustad.

Selanjutnya pesan Nabi Muhammad Rasullulah SAW yaitu, jangan menghalangi orang yang minta menikah.

Siapapun kita yang sudah kepingin menikah dan sudah ada calon pasangannya, tidak baik untuk ditunda tunda, apakah orang tua atau pun anak, asalkan masing-masing pasangan sudah cocok terutama unsur agamanya.

Menurut Ustad Rendi, ayah kita duda atau janda kepngin nikah lagi, maka anaknya tidak baik menghalangi, walaupun mereka sudah tua. Karena mungkin itulah yang dianggap terbaik bagi ayah atau ibu kita. Tetapi kalau ingin menikah lagi itu beda perkaranya, sebut ustad dibarengi tertawa para jemaah. Karyadi Bakat