MADINA| Cerita singkat… Sutan Laut Api. Yang membuka kampung Taming adalah Parmato Alam Japartayan, keturunan dari Datu Janggut Marpayung Aji Japartayan beserta istri pekerjaannya berladang padi.
Suatu hari, istri Japartayan melahirkan seorang anak laki-laki, anak yang masih kecil ini sering selalu berada dalam buayan sanggan yang terbuat dari rotan, karna sang ibu bekerja membersihkan ladang, anak ini sering ditinggal dalam buayan sendirian setelah di buai.
Si ibu yang lagi bekerja selalu memperhatikan buayan anaknya, kalau berhenti dibuai kembali, hingga pada suatu hari terjadi keanehan, sang ibu yang lagi bekerja memperhatikan buayan anaknya tidak berhenti, yang seharusnya sudah berhenti, sang ibu yang merasa khawatir dengan anaknya langsung melihat buayan anaknya tersebut, setelah dilihat ternyata ada dua anak laki-laki didalam buayan itu, dikarenakan anak tersebut serupa, maka dibesarkan keduanya, hingga beranjak dewasa terjadi lagi keanehan, yang satu anaknya kalau bicara lagi marah selalu mengeluarkan bara api dan kalau dia lagi mandi menyelamnya sangat lama, Maka dinamai lah dia Sutan Laut Api. Anak yang satu lagi dinamai dengan nama Raja Gading Patembal.
Sutan Laut Api ini sangat sakti Makanya dia diangkat jadi Penghulu Kepala Nagari Batahan, Pemerintahan Air Bangis dan Rao, pada tahun 1879 oleh Belanda. Dia mempunyai peliharaan Harimau dan dua ekor Ular Naga. Setelah dia wafat anaknya Raja Adil yang memelihara Naga tersebut, sayangnya dia tidak mampu memelihara Naga tersebut, hingga Satu ekor Naga itu meninggalkan Taming dengan membawa gunung Taming mengikuti aliran sungai menuju lautan hingga terdampar di Pulau Tamang. Gunung yang dibawa menyatu dengan Pulau Tamang, itulah makanya ada Gunung Taming di Pulau Tamang. Yang dijadikan tempat pemakaman sekarang di Pulau Tamang. Konon ceritanya sang Naga sempat bertarung dengan gerombolan Udang Baring, dan sang Naga kalah.
Dahulunya Udang Baring itu setiap musimnya selalu berangkat bergerombolan menepi sungai Batang Batahan menuju hulu untuk menantang Naga yang satu lagi. Ular Naga yang satu lagi terpaksa ditaklukkan Raja Adil, agar tidak terjadi kasus yang sama. Inilah cerita Opung saya Sutan Panusunan. Saya adalah keturunan ke4 dari Sutan Laut Api. Hasrat MR Sutan Laut Api.
Reporter : A Lubis







