Madina – Pasaman Barat Sepakat Buka Jalur Legendaris Sigantang-Pastap Julu

Bupati Madina H.Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Pasaman Barat M.Ihpan saat memberikan keterangan pers pada wartawan (OD 29)

MADINA l Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Pasaman Barat H. M. Ihpan beserta rombongan di ruang kerja Bupati, Jumat (8/05/2026).

Pertemuan ini membahas rencana pembukaan akses jalan baru yang menghubungkan Madina, Sumatera Utara, dengan Pasaman Barat, Sumatera Barat, melalui rute bersejarah Sigantang menuju Pastap Julu.

Bupati Saipullah menjelaskan, langkah awal pembangunan adalah menentukan titik koordinat terdekat agar konektivitas kedua wilayah lebih efisien.

“Jalur Sigantang-Pastap merupakan jalan bersejarah yang digunakan turun-temurun oleh masyarakat Minang dan Mandailing sebagai akses utama menuju Medan di masa lalu. Pasaman Barat sangat mengharapkan kolaborasi ini,” ujar Saipullah.

Pembukaan jalur ini diproyeksikan memangkas jarak tempuh 50 hingga 70 kilometer. Dengan begitu, biaya transportasi dan pengeluaran bahan bakar masyarakat perbatasan akan berkurang drastis.

“Langkah ini sejalan dengan program Presiden untuk mendorong efisiensi di seluruh wilayah Indonesia guna meningkatkan daya saing ekonomi,” tambahnya.

Meski berdampak besar, jalur tersebut melintasi kawasan hutan lindung dan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Untuk itu, kedua daerah sepakat menyusun Nota Kesepahaman sebagai dasar hukum.

Selain itu, akan dilakukan kajian teknis mendalam agar tetap mematuhi aturan lingkungan. Usulan ini juga akan dibawa ke tingkat Gubernur Sumut dan Sumbar, serta diajukan ke pemerintah pusat agar menjadi kebijakan nasional.

Saipullah menegaskan, hubungan sosial-ekonomi Madina dan Pasaman Barat sudah erat, terutama di sektor perkebunan sawit dan pendidikan.

Wakil Bupati Pasaman Barat H.M. Ihpan mengapresiasi sambutan Pemkab Madina. Ia menyebut pembangunan jalur ini merupakan aspirasi penting yang tidak bisa dilakukan sepihak.

“Jalur ini merupakan rute legendaris yang sering diceritakan leluhur sebagai penghubung utama antar wilayah. Kami akan melibatkan tim teknis untuk mengkaji aspek regulasi dan teknis agar sesuai aturan,” kata Ihpan.

Ia menyatakan akan segera melaporkan hasil diskusi kepada Bupati Pasaman Barat untuk ditindaklanjuti bersama.

Reporter : OD 29

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *