Medan  

Roma Art, Pengerajin Daur Ulang Limbah Alami Terkendala Pemasaran dan Alat Kerja

Zulham Efendi Seniman Hand craft menunjukkan hasil karyanya berupa miniatur perahu layar dari limbah pelepah pohon pinang. Jum'at (8/5/2026) orbitdigitaldaily.com/Iwan Gunadi

MEDAN | Roma art galery medan sebuah lapak kecil berukuran  2 x 5 merupakan tempat pembuatan kerajinan tangan dari bahan limbah daur ulang menjadi sebuah karya yang unik dan menarik bernilai ekonomis. Lokasinya terdapat di jalan Menteng Raya Medan. Jum’at (8/5/2026)

Pemilik Roma Art Galery Zulham Efendi (44) seniman yang menekuni karya dari limbah berupa pelepah pohon pinang, Batok/ tempurung kelapa, bambu dan lainnya harus berjuang mencukupi kehidupan sehari- hari ditengah sulitnya mencari penghasilan.

ia mulai fokus menekuni kerajinan  seni daur ulang limbah alami sejak 2018 yang didapatnya secara otodidak sejak kecil. Namun karya yang di hasilkannya sangat sulit untuk dipromosikan maupun dijual. Sehingga bapak anak satu ini  harus memutar otak agar mendapatkan penghasilan harian dengan menjual air kelapa muda.

Dari penelusuran Harian Orbit Zulham sempat mengikuti kegiatan pameran yang dilaksanakan oleh Pemerintah kota Medan bersama Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) dengan membuat karya seni dari limbah.

“Saya fokus di hand made kreatif ini sejak 2018, sedangkan untuk bahan yang saya gunakan  100 % limbah alami. Mulai dari batok kelapa, pelepah pinang, kulit kayu dan akar- akaran” tutur Zulham

Berbagai miniatur ia hasilkan dari limbah berupa miniatur rumah adat, hiasan dinding, bunga dari bahan batok, kapal layar dari pelepah pinang  dan bermacam lainnya.

Namun dibalik hasil karya seninya  zulham harus mencari  penghasilan  harian dengan menjual Air Kelapa Muda akibat sulitnya menjual karya seninya dan tidak dapat menutupi kehidupan sehari hari

” Ya saya terpaksa cari hasil harian dengan berjual air kelapa, maunya saya’  hobi atau hasil kerajinan saya menutupi kebutuhan sehari- hari. Namun itu  tidak dapat terpenuhi ” ucapnya

Ia mengaku terkendala sulitnya pemasaran hasil kerajinannya dan minimnya alat yang di gunakan.

“Saat ini saya terkendala di pemasaran dan alat yang saya gunakan, mulai dari saya terjun ke dunia sampai hari ini  masih alat manual” terangnya

Bakat seni yang dimiliki Zulham sudah ada sejak Sekolah Dasar (SD) namun dulu basicnya ke seni lukis dan ia tidak menekuninya. Lalu ia beralih ke hand made kreatif hingga sekarang.

Zulham berharap kedepannya pihak terkait memberikan suatu wadah bagi para pelaku seni dan kerajinan tangan di kota Medan seperti museum seni

“Harapan saya mewakili seniman kora medan, ada semacam wadah untuk tempat semua seniman yang ada di kota medan baik itu buat penjualan maupun produksi dan kalau bisa terciptanya Museum Seni di Kota Medan,” pungkasnya. (OM/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *