Bantu Perekonomian, Alasan Nelayan Tak Boleh Salahgunakan Kartu “Kusuka”

Forum Nelayan Teri Medan melakukan riset untuk membuktikan Permen KP Nomor 71/2016, kalau pukat hela yang mereka gunakan tidak merusak lingkungan atau biota laut. ORBIT/Budi Hermansyah

Nelayan tradisional di wilayah Sumatera Utara (Sumut) diingatkan untuk tidak menyalahgunakan Kartu Kelautan dan Perikanan atau “Kusuka”.

Alasannya, kartu yang diprogramkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membantu nelayan kecil.

“Kartu Kusuka itu, harus digunakan dengan sebaik-baiknya dan jangan disalahgunakan,” kata Tokoh Nelayan Sumut, Nazli, di Medan, Jumat (8/1/2019).

Melalui Kartu Kusuka itu, juga dapat memudahkan para nelayan untuk mendapatkan pinjaman dari Perbankan dengan bunga yang cukup kecil dan dapat terjangkau, serta tidak memberatkan.

Ia mengatakan, kartu tersebut, juga untuk menghindari agar nelayan tidak bergantung dengan rentenir atau “pengijon”.

Karena, selama ini banyak nelayan yang mempunyai utang dengan rentenir dan mereka tidak mampu membayarnya. “Bahkan, rentenir tersebut mengambil rumah nelayan yan terlilit utang itu,” ucap dia, dilansir Antara.

Nazli menyebutkan, dengan adanya kartu Kusuka itu, maka nelayan yang ada  di Sumatera Utara (Sumut) dapat secara bertahap membangun perekonomin mereka yang telah hancur.

Kemudian, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumut, maupun DKP Kabupaten/Kota agar memberikan kartu Kusuka kepada seluruh nelayan.

Kartu Kusuka tersebut, dapat membantu nelayan dari kesulitan dan himpitan ekonomi yang dialami mereka selama ini.

Selain itu, kartu Kusuka yang diberikan oleh KKP dapat digunakan untuk mengurus keperluan asuransi kecelakaan di laut, untuk berobat, dan biaya pendidikan anak yang sedang sekolah.

“Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 39 Tahun 2017, tentang kartu “Kusuka”  tidak hanya untuk nelayan, melainkan juga pelaku usaha kelautan dan perikanan, pengusaha tambak, dan juga pengecer ikan,” kata Tokoh Nelayan Sumut itu.