Cekik Dua Anak Dibawah Umur Centeng Kebun Sei Parit Dilaporkan

SERGAI| Oknum keamanan ( centeng ) perkebunan PT Sido Jadi Kebun Sei Parit Kecamatan Sei Rampah Serdang Bedagai ( Sergai ) berinisial R hari ini Selasa (4/7/2023) secara resmi dilaporkan oleh SS (37) warga Desa Silau Rakyat Kecamatan Sei Rampah ke Polres Sergai.

Laporan ini diterima sebagaimana tertuang dalam surat tanda terima laporan Polisi nomor: STTLP/ 216/ VII/ 2023/SPKT/ Polres Sergai/ Polda Sumut , dengan laporan penganiayaan terhadap anak dibawah umur.

Dengan didampingi kuasa hukumnya Ikhwan Khairul Fahmi dari PBH Peradi Deli Serdang, SS bersama istrinya HW (37) melaporkan R karena diduga telah menganiaya kedua putrinya sebut saja namanya melati (15) dan bunga (13) termasuk menganiaya HW, pada saat ketiganya sedang meleles ( mengambil sisa panen ) ubi di areal perkebunan PT Sido Jadi Sei Parit pada hari Senin (3/7/2023) yang lalu.

Di Mapolres Sergai HW menceritakan awal mula mereka dianiaya oleh R yang saat itu sedang jaga bersama temannya berinisial SM.

“Awalnya kami masuk ke kebun karena banyak orang kampung kami masuk ke areal untuk meleles ubi, jadi ku kira nggak papa”. Kata HW.

Kemudian sambung HW, tidak lama berselang terlapor R bersama temannya SM datang menghampirinya dan langsung melontarkan nada ancaman, sementara warga lain yang meleles ubi hanya disuruh pulang.

“Keluar kalian dari sini, nanti ku matikan kalian”. Tutur HW menirukan ancaman yang dilontarkan oleh R.

Merasa mendapat perlakuan diskriminasi, HW kemudian protes kepada R mempertanyakan mengapa terhadap warga yang lain R tidak bersikap keras, namun menurut HW, terlapor R tidak menghiraukan protes tersebut dan bahkan kembali melontarkan ancaman. Sementara teman R yaitu SM mengabadikan kejadian itu dalam video.

“Nanti ku matikan kau disini, atau mau kutelanjangi kalian disini”. Ucap HW menirukan R.

Merasa ibunya diperlukan tidak senonoh oleh R, kemudian bunga mencoba menegur R

“Jangan kayak gitulah Wak, mamak salah apa rupanya, kok sampai kayak gitu bahasa Wak”. Jelas HW menirukan bahasa putrinya

Teguran anak perempuan dibawah umur ini ternyata tidak membuat hati R Lulu, tapi justru meluapkan emosi nya dengan menganiaya bunga.

“Dari situlah, anaku si adekan dicekik dan kemudian dibantingnya”. Terang HW

Merasa anaknya dianiaya, HW kemudian mencoba menegur R, tapi teguran itu malah menambah kemarahan centeng tersebut dan menganiaya HW.

“Akupun dicekik dan dibanting nya karena aku menegur waktu anaku dianiaya”. Jelas HW.

Tidak sampai disitu kemarahan R dilampiaskan, pada saat ibunya dianiaya, anak HW yang sulung yakni melati juga bertanya kepada R kenapa Setega itu ia memperlakukan perempuan, tapi melati juga mendapat perlakuan yang sama dari R.

“Ini anaku yang paling besar juga dicekik dan dibanting nya”. Kata HW mengakhiri.

Akibat penganiayaan tersebut, beberapa bagian tubuh korban mengalami luka lecet dan memar, dan leher para korban merasa sakit untuk menelan makanan.

Tak terima dengan penganiayaan ini, ayah korban SS kemudian membuat laporan ke SPKT Polres Sergai.

Sementara itu kuasa hukum keluarga SS Ikhwan Khairul Fahmi membenarkan kliennya telah melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan Oknum centeng perkebunan PT Sido Jadi Kebun Sei Parit ini ke Mapolres Sergai.

Pria yang akrab dipanggil dengan nama Wawan ini meminta kepada pihak Polres Sergai untuk sesegera mungkin memproses kasus ini.

“Saya mohon kepada Polres Sergai untuk segera memproses kasus ini demi tegaknya hukum , apalagi korbannya adalah perempuan dan masih dibawah umur”. Kata Wawan . Reporter: Pujianto