Dugaan Korupsi di Dinas PU Paluta, Kadis Ramlan, Dewi dan PT BT Dilapor ke Kejati

oleh -362 views

MEDAN – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi (PUPE) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Ramlan resmi dilaporkan mahasiswa ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Kamis (10/10/2019) di Jalan AH Nasution.

Tak hanya Kepala Dinas Direktur CV CV Fitra Dewi Harahap, PT Batang Toru Tano Najeges dan CV Simataniari yang diduga terlibat pada proyek PUPE Palas tersebut ikut dilaporkan. Sebab ketiga perusahaan tersebut sebagai pekerja pada proyek PUPE di Paluta tahun 2016 lalu.

“Tadi siang kami sudah melapor ke Kejati Sumut. Kami telah membuat laporan dugaan korupsi di Dinas PUPE Paluta tentang proyek jalan di tahun 2016. Dalam laporan tersebut sudah kami terakan siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya,” kata Muhammad Saidal Siregar sebagai pelapor II yang juga Koordinator Gerakan Aktivis Mahasiswa Padang Lawas Utara (PD GAM Paluta).

Saidal mengatakan, surat laporan langsung diserahkan ke Kasi Penkum Sumanggar Siagian. Dalam laporan tersebut juga diserahkan bundelan berkas bahan-bahan pendukung dugaan korupsi di PUPE. Kemudian KTP pelapor.

“Tadi siang sudah kami serangkan semua bahan pendukungnya. Di dalamnya juga ada analisa tentang kerugian proyek PUPE Paluta,” ucapnya.

Sebagai gambaran, dalam laporan tersebut, persoalan yang diprotes soal peningkatan Jalan Jurusan Simpang Paya Baung – Marlaung Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara. Dalam laporan tersebut diduga pekerjaannya volume hingga fisik sebagaimana RAB dalam kontrak, akan tetapi CV Fitra diduga wanprestasi terhadap pekerjaannya.

Selanjutnya, Jalan Jurusan Trans Batang Pane I – Ulok Tano Kecamatan Simangambat Paluta tahun 2016. Dimana dalam hal ini kami duga Pihak ketiga (CV FITRA) telah melewati batas wajar keuntungan.

“Sebab itu kami meminta Direktur CV Fitra, Kadis PU, Kabid Bina Marga, PPK, Bendahara serta Rekanan terkait Dugaan Korupsi Terstruktur menyangkut Peningkatan Jalan Jurusan Tanjung Maria-Pos 2 SihotangKec. Simangambat Kab. Padang Lawas Utara tahun 2016. Melihat hasil dari pada pekerjaan yang asal jadi tanpa mengutamakan ataupun mengikuti RAB yang ada pada kontrak kerja,” katanya.

Kemudian, berdasarkan investigas di lapangan bahwa pekerjaan tersebut diduga ada pihak yang telah memperkaya diri sendiri sehingga menimbulkan kerugian Negara dalam pekerjaan tersebut baik dari pihak Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA) dan pemenang tender.

Kepada Sumanggar, mahasiswa juga meminta Direktur CV Simataniari Perkasa terkait peningkatan Jalan jurusan Padang Garugur Kecamatan Batang Onang-Balimbing Julu, Kecamatan Padang Bolak Julu diusut.

“Bahwa rehabilitasi Jalan jurusan Gonting Tolang-Sibiobio kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara yang dimenangkan oleh PT Batang Toru Tano Najeges dengan Harga penawaran Rp2.964.000.000 di duga kuat terjadi pengurangan bahan material fisik seperti sertu royalti dibuat dengan batu mamak, pasir urug dibuat dengan tanah di sekitar badan jalan pengerjaan proyek tersebut,” sebutnya.

Ia juga mengatakan, berdasarkan analisa kami Kerugian Kabupaten Padang Lawas Utara dalam Satu Proyek Oleh CV Fitra Rp 1.322.143.430,00. “Kami tadi yang melaporkan Hasbiyal Mulqi Hasibuan sebagai pelapor pertama dan Muhammad Saidal Siregar sebagai pelapor kedua,” sebutnya.

Menanggapi aksi mahasiswa tersebut, Kasi Pemkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian mengapresiasi yang mau melaporkan dugaan korupsi di Paluta. Ia mengatakan, mahasiswa untuk memberikan bahan-bahan tambahan soal dugaan korupsi.

“Kami mengharapkan teman-teman mahasiswa kiranya bersedia memberikan bahan-bahan tambahan. Nantinya dengan adanya bahan tersebut akan mempermudah pengusutan. Tapi laporan ini sangat kami apresiasi,” tukasnya.

Reporter : Jams Berutu