Diduga Jual BBM di Tengah Laut, Polres Sibolga Temukan 60 Ton Solar Tanpa Pemilik

Foto : Istimewa

Selanjutnya, sambung Taryono, pengakuan para tersangka, di PT ASSA ada sebanyak 48 ton solar didatangkan WG dari Medan berdasarkan pesanan BD dari Jakarta melalui perantara tersangka ST.

“BBM solar itu kemudian dibawa dari Medan menggunakan armada mobil tangki bertuliskan PT. Pertamina warna biru. Saat ini sedang tahap proses penyelidikan kami”sebutnya.

Kemudian, oleh WG memberikan harga Rp 9.500/liter. Tersangka ST menjual dengan harga Rp 10.200/liter. Sementara di tangkahan Rustam ditemukan 60 ton solar tanpa diketahui pemasoknya dan kini proses penyelidikan.

“Kami mohon dukungan dari teman-teman. Mudah-mudahan segera bisa kami ungkap siapa pemasok BBM yang masuk ke tangkahan Rustam” jelas Taryono.

Taryono menuturkan pengakuan para tersangka bahwa KM Cahaya Budi Makmur berangkat dari Jakarta menuju Sibolga pada 30 Juli 2022 dan tiba di Sibolga 6 Agustus 2022 dan mengisi minyak di tangkahan Rustam sebanyak 30 ton.

Berikutnya, 9 Agustus 2022, KM Cahaya Budi Makmur berangkat menuju perairan pantai Barat Sumatera menjual 22 ton BBM. Kemudian kembali ke Sibolga dan mengisi 48 ton BBM di tangkahan PT ASSA.

Kemudian, bergeser ke tangkahan Rustam untuk mengisi 30 ton BBM hingga berangkat menuju tengah laut. Namun karena mengalami kerusakan akhirnya kapal putar haluan ke Sibolga.

“Tanggal 18 September 2022, Satpolair Polres Sibolga berhasil mengamankan para tersangka saat keluar perairan Sibolga menuju pantai Barat Sumatera” terang Taryono.

Reporter : Toni Hutagalung