Medan  

Paskah Kagama Sumut : Berangkat dengan Doa, Kembali dengan Berkat

Ketua Panitia Paskah, Agustinus Panjaitan menyerahkan bingkisan kepada anak- anak penyandang disibilitas

MEDAN | Keluarga Besar Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Sumatera Utara laksanakan Bakti Paskah ke Yayasan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas GBKP Juma Lingga Alpha Omega di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumut, Rabu (1/5/2024).

Kunjungan kasih kepada para penyandang disabilitas intelektual ini merupakan bentuk kepedulian moral dan sebagai insan mulia ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab, sampai saat ini masih ada stigma penolakan dari keluarga karena dianggap beban sosial lingkungan.

Ketua Panitia Paskah Kagama Sumut, Agustinus Panjaitan mengatakan makna Bakti Paskah Kagama Sumut 2024, yaitu Berangkat dengan Doa, Kembali dengan Berkat. Artinya, sebagai mahluk sosial harus saling mengasihi dan peduli karena setiap insan manusia sama dihadapan-Nya.

“Kagama Sumut harus menjadi saluran berkat tanpa membedakan status sosial masyarakat, dan itu sudah komitmen bersama. Kami berharap bantuan ini dapat membawa kebahagiaan dan harapan bagi saudara-saudari kami di Yayasan Alfa Omega ini,” ungkap Agustinus usai penyerahan bantuan secara simbolis.

Bersama pengurus, Agustinus juga menyampaikan pesan tentang pentingnya memaknai setiap momen berharga dalam kehidupan kita. Sebab, kasih adalah inti dari kehidupan manusia. Maka, mari kita maknai hidup lebih berarti dengan sesama.

Pendeta Monalisa Ginting dalam kotbahnya, mengutip ayat Injil Johannes 13:34, ” Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi”

Selain saling mengasihi, Monalisa Ginting menuturkan tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas ditengah masyarakat dan peran sentral keluarga untuk menerima dan menghargai mereka sebagai titipan Tuhan.

“Banyak dari anak-anak ini tidak diterima pihak keluarganya karena penyandang disabilitas intelektual. Begitu juga di lingkungan masyarakat, mereka dianggap aib dan merepotkan, bahkan sangat mengganggu. Yayasan menjadi tempat yang siap menerima mereka dengan tulus,” tutur Monalisa.

Menyambut kunjungan Kagama Sumut, Ketua Yayasan Alfa Omega, Daniel Bukit tak henti menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena merasa terhormat. “Kehadiran Kagama Sumut telah membawa sukacita besar bagi kami, karena yang paling dirindukan anak-anak kami ini adalah kesediaan kita mau duduk bersama dengan mereka,” tuturnya.

Pengurus Kagama Sumut bercengkrama sembari memberikan makanan ringan kepada anak – anak

Sementara, Ketua Kagama Sumut, Mulianta Sitepu, berharap bantuan sembako menjadi cahaya dan harapan baru bagi anak-anak kaum disabilitas. Kiranya juga menjadi inspirasi untuk berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan.

Sebelumnya, Kagama Sumut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan kebaktian singkat sebelum membagikan bantuan sembako dan turut menyumbangkan 30 batang bibit durian dan alpokat.

Mulianta menyampaikan, selain kunjungan ke yayasan penyandang disabilitas, Kagama Sumut akan mengunjungi berbagai lembaga sosial lainnya untuk menyebarkan kasih dan kehangatan kepada sesama.

Rangkaian kunjungan Kagama Sumut, meliputi Panti Asuhan Bumi Keselamatan Margarita di Siantar, Lembaga HKBP AIDS Ministry (ODHA HIV) dan ADHA di RS HKBP Balige, Toba. Panti Asuhan House Of Love di Nainggolan, Samosir dan SLB Karya Tulus Tuntungan.

Reporter : Toni Hutagalung