Medan  

Penyewaan Baju Adat Nusantara di Medan Meningkat Jelang HUT ke-80 RI

MEDAN | Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, bisnis penyewaan pakaian adat Nusantara di Kota Medan mengalami peningkatan pesanan yang signifikan.

Antusiasme masyarakat, instansi pemerintah, hingga perusahaan swasta dalam menyemarakkan peringatan 17 Agustus berdampak positif pada usaha-usaha penyewaan pakaian tradisional, salah satunya Astakona Production.

Astakona Production yang berlokasi di Jalan Selamat, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, telah berdiri sejak tahun 1989 dan dikenal sebagai salah satu penyedia busana adat terbesar di Medan. Pemiliknya, Asmadi Hasibuan (59), menyampaikan bahwa peningkatan permintaan sudah terasa sejak satu minggu terakhir.

“Ya, cukup banyak yang menyewa, sudah satu minggu ini berturut-turut, mulai dari pagi sampai malam. Bahkan saat toko sudah tutup pukul 21.00 WIB, masih ada yang datang menyewa,” ujarnya. Sabtu (16/8).

Asmadi menjelaskan bahwa penyewa datang dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintahan seperti kejaksaan, dinas perairan, hingga pegawai swasta seperti karyawan toko sepeda motor.

Harga sewa bervariasi tergantung jenis dan kualitas pakaian, mulai dari Rp100.000, Rp150.000, hingga Rp400.000 untuk pakaian berbahan tenun berkualitas tinggi. Lama penyewaan umumnya maksimal tiga hari, namun untuk pemakaian luar kota, dikenakan biaya tambahan.

“Omzet penyewaan sebenarnya cukup stabil, tetapi memang menjelang HUT RI selalu ada lonjakan permintaan. Ini jadi momen ramai tahunan yang kami tunggu,” tambahnya.

Pakaian adat yang paling banyak diminati antara lain pakaian adat Melayu, Aceh, Mandailing, Nias, NTT, NTB, Sulawesi, hingga Papua. Kegiatan pawai budaya yang melibatkan sekolah, kantor, dan lembaga pemerintah turut mendorong tingginya permintaan.

Salah satu penyewa, Romi, warga Kota Binjai, mengungkapkan bahwa ia menyewa pakaian adat Melayu untuk mengikuti kegiatan tujuh belasan di kantornya.

“Saya dari Kota Binjai menyewa pakaian adat Melayu untuk kegiatan dari kantor dalam memeriahkan tujuh belasan esok,” ucap Romi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dan pelestarian budaya terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus membawa berkah bagi pelaku usaha lokal seperti Astakona Production. (OM-11)