Pertarungan Gajah vs Semut Jelang Musda X Golkar Sumut

oleh -1.256 views
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang mendapat diskresi Ketum Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon Ketua Golkar Sumut jelang Musda ke X. (Foto: Internet)

MEDAN – Musyawarah Daerah (Musda) X Golkar Sumut bakal dihelat di Jakarta. Hal ini sekaitan dengan keputusan Mahkamah Partai Golkar yang membatalkan Musda X di Medan pada 24 Februari 2020 kemarin.

Lantas ada dua kekuatan yang bakal bertarung, Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck pemilik hak khusus atau diskresi dari Ketua Umum (Ketum) DPP Golkar, Airlangga Hartarto dan Yasyir Ridho dengan klaim dukungan 27 Ketua DPD Golkar se kabupaten kota di Sumut.

Pengamat politik asal Sumut, Shohibul Anshor melihat pertarungan dua kekuatan di partai Beringin Sumut jelang pemilihan ketua periode 2020-2025 jelas sekali asimetris.

“Kenapa saya bilang begitu, jelas sekali kita lihat. Ijeck didukung Ketum Golkar dan Yasyir Ridho yang kabarnya mendapat deklarasi 27 ketua-ketua DPC Golkar se-Sumut. Kata lainnya, ini pertarungan antara gajah dan semut,” kata Shohibul kepada orbitdigitaldaily.com, Selasa (14/7/2020).

Analogi itu bukan tanpa alasan kata Shohibul. Diskresi yang diberikan Ketum Golkar kepada Ijeck sang ‘BK2’ merupakan sinyal nyata.

Sinyal Nyata

“Diskresi yang diberikan ke Ijeck sudah pasti merupakan sign dari Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Ini merupakan sebuah kekuatan dukungan yang nyata dari orang nomor satu di Golkar. Apalagi kita ketahui Ijeck itu merupakan orang nomor dua di Sumut, kekuatan politisnya tentu sangat kuat,” tutur Shohibul.

Sementara itu, di sisi lain Shohibul melihat Yasyir Ridho agaknya belum mampu mengungguli Ijeck dengan kekuatan yang dimilikinya.

“Dan di sini sudah kalah dia (Yasyir) Ridho. Mahkamah Partai itu memberikan opsi yang berbeda. Dianulir lah Musda X yang kemarin dan dibawalah Musda X ini ke Jakarta. Apakah itu maksud agar lebih mudah bagi Ijeck, dugaan-dugaan kita kan pasti ada cara itu. Dan tak salah kita menduga-duga,” sebut Shohibul.

Sehingga lagi-lagi ia menjelaskan pertarungan dalam Musda X di Jakarta ini merupakan pertarungan yang beda kekuatan.

“Dalam tanda petik, ya memang ini pertarungan asimetris. Satu didukung kekuatan besar, yang satunya lagi biasa-biasa saja,” ungkapnya. (Diva Suwanda)

Berita Selengkapnya baca di koran Harian Orbit edisi Rabu 15 Juli 2020.