Putra Desa Banjarmalayu Bertekat Perjuangkan Desa Terisolir Dan Tertinggal

MADINA | Putra Desa Banjar Malayu Okis Ridwan S Pd.l bertekat perjuangakan Desa terisolir dan Desa terpencil / tertinggal.

Saat dirinya berjuang Pilkades di tahap satu di Desa Banjar malayu, Dari 4 lawan politiknya masih bisa dia raih sura kedua terbanyak, kades terpilih pemenangnya 329 Sura , sedangkan dirinya mendapatkan perolehan suara 309 suara , hanya selisih 20 suara dengan kades pemenang pada tahun 2022 -19 Desember yang lalu.

Kedepan saya bertekat memperjuangkan, Desa tertinggal, terisolir, terpencil, Insya Allah siap perjuangakan pemsangan lampu listirik, seperti di Desa Banjarmalayu sudah masuk lampu listirik di perjuangakan beliau bersama tim Aliansi Masyarakat Madina bersatu ketuanya Ilyas Lubis, SH.

Kedepan insya Allah apa bila masyarakat mengamahkan saya dari dapil tiga perwakilan masyarkat dapil tiga (lll) insya Allah saya berbuat semampu saya, dan perjuangkan Desa tertinggal, teresolir, terpencil salah satu Desa Banjarmalayu, Aek holbung sekitar dan Desa Ampung baru lubung , ususnya nanti dapil Tiga (lll).

Merut kami tim aliansi masyarakat Madina bersatu, masih banyak Desa yang belum layak jalan dan di masuki listirik, begitu juga dengan pendidikan belum layak di kata gorikan pendidikan di Desa terlaksana yang baik, karena lokal SDN masih jauh dari tempat pemukiman warag seperti SDN Banjar malayu, masih berjalan anak sekolah menju SDN Banjar malayu 6 -7 km menuju sekolah mereka.

Salah satu kujungan saya ke SDN Banjarmalayu, ke SDN Aek holbung, & SDN simpang sordang linggabayu masih bayak kejangalan di lapangan.

Salah satu contohnya, belum lengkap sarana para Serana termasuk buku perpustakaan, ruangan komputer, bahkan masih banyak SDN di kab, Madina tak layak punya kamar mandi / WC.

Saya bertekat memperjuangak keluhan masyarakat di dapil tiga, salah satunya perjuangkan pengerehapan madarasah, mesjid tahap bertahanp insya allah saya siap perjuangkanya salah satu cotoh udah berbukti mesjid kampung barau lobung udah mulai pengerehapan pungkasnya.

Reporter : A Lubis